Courteney Cox Rilis Evil Genius di TIFF, Angkat Kisah Pizza Bomber 2003

Penulis: Rizal Hamdani  •  Senin, 14 September 2026 | 20:04:01 WIB
Courteney Cox menyutradarai film Evil Genius yang tayang di section Gala Presentations TIFF.

SUMATERA SELATAN — Courteney Cox menyutradarai Evil Genius, film panjang keduanya setelah debut lebih dari satu dekade lalu. Film ini masuk section Gala Presentations di TIFF dan langsung jadi salah satu tayangan yang dibicarakan di kalender festival musim gugur.

Naskahnya diadaptasi Courtenay Miles dari docuseries Netflix 2018 berjudul sama. Cornerstone Films menangani penjualan internasional, sementara durasi film dipangkas jadi 94 menit tanpa basa-basi pembuka.

Kisah Nyata di Balik Perampokan Pizza Bomber

Evil Genius mengangkat kasus 2003 yang mengguncang Amerika Serikat. Brian Wells (Tom McCarthy) diculik, dipaksa merampok bank PNC dengan bom melingkar di lehernya, lalu tewas dalam standoff dengan polisi.

Di balik aksi itu, Marjorie Diehl-Armstrong (Patricia Arquette) merancang skema warisan yang jadi pemicu kejahatan. Investigasi polisi kemudian menemukan mayat di dalam freezer yang membuka jalan menuju kebenaran.

Inti cerita bukan pada perampokannya, melainkan pada hubungan toxic bertahun-tahun antara Marjorie dan kaki tangannya, Bill Rothstein (David Harbour). Bill digambarkan sama liciknya, tapi buta karena cinta.

Arquette dan Harbour Jadi Kekuatan Utama

Harbour nyaris tak dikenali berkat prostetik hidung dan jenggot palsu. Arquette tampil sebagai Marj yang manipulatif dan meledak-ledak, dua karakter yang sama-sama sulit dicari sisi baiknya.

Ensemble pendukungnya diisi Michael Chernus, Garret Dillahunt, Danielle Macdonald, dan Owen Teague. Mereka memerankan kaki tangan asli dengan campuran kedalaman dan humor gelap yang pas.

Rekaan ulang rekaman CCTV dan liputan berita soal Wells jadi bagian paling mencekam. McCarthy berhasil menangkap rasa takut Wells di menit-menit akhir hidupnya, saat sadar jadi pion dalam kejahatan orang lain.

Humor Gelap Tanpa Mengorbankan Tragedi

Evil Genius tetap disebut komedi gelap di beberapa titik, tapi tidak main-main dengan konsekuensi nyata kasusnya. Cox menghindari jebakan film true-crime yang mengubah tragedi jadi tontonan murahan.

Salah satu momen komedi muncul saat perampokan berlangsung. Dua pegawai bank, diperankan David Arquette dan Christine Taylor, kebingungan menjalankan instruksi rumit yang sudah ditulis para pelaku.

Leluconnya tidak pernah ditempatkan di atas tragedi, melainkan pada absurditas peristiwa di sekitarnya. Film ini juga tidak meminta penonton memaafkan atau bersimpati pada Marj dan Bill.

Yang dipertanyakan justru bagaimana dua remaja cerdas yang jatuh cinta bisa berakhir seperti itu. Cox menutup film dengan pukulan emosional lewat permainan ensemble yang solid, termasuk cameo putri Courteney dan Patricia.

Evil Genius menambah daftar panjang film true-crime yang menyasar pasar festival sebelum tayang lebih luas. Dengan nama Cox di kursi sutradara dan dua aktor utama berkelas Oscar, film ini berpeluang besar masuk radar distributor internasional usai TIFF.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: deadline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top