SUMATERA SELATAN — Jetour T2 i-DM kemarin melantai di GIIAS Bandung 2026 dengan pengumuman harga resmi Rp696 juta OTR Jabar. Bandung dipilih bukan tanpa alasan — sepanjang Januari–Agustus 2026, Jetour mencatat penjualan nasional 2.198 unit, dan kota ini disebut sebagai salah satu kontributor utama.
Kehadiran T2 i-DM menandai langkah Jetour memperluas jangkauan produk elektrifikasi ke luar Jakarta. Model ini membawa karakter adventure yang dikawinkan dengan teknologi plug-in hybrid, menyasar konsumen yang ingin kendaraan tangguh tanpa meninggalkan efisiensi bahan bakar.
Jantung penggerak T2 i-DM bertumpu pada teknologi Intelligent Dual Mode. Sistem ini menggabungkan mesin ACTECO generasi kelima 1.5 TGDI dengan baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, ditambah 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission dan dua motor listrik.
Kombinasi tersebut diklaim mampu menempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan bahan bakar terisi penuh. Angka itu masuk akal untuk ukuran PHEV dengan tangki bensin penuh, tapi perlu dicatat: klaim pabrikan biasanya dihitung dalam kondisi pengujian ideal, bukan pemakaian harian dengan AC menyala dan lalu lintas padat.
Dari sisi struktur, T2 i-DM memakai Hardtop Cage Body Monocoque dengan sekitar 80 persen high-strength steel. Jetour mengklaim struktur ini punya kemampuan static load hingga 300 kilogram dan torsion rigidity 32.000 Nm/degree.
Angka torsion rigidity itu terbilang tinggi untuk kelas SUV ladder-frame maupun monokok. Artinya, bodi berpotensi lebih kaku saat melibas medan tidak rata — mengurangi gejala body flex yang biasanya terasa di kendaraan boxy. Tapi lagi-lagi, ini klaim lab, bukan hasil uji jalan di medan off-road sungguhan.
Desain boxy dengan Tie-Down Point dan bagasi lapang menegaskan posisinya sebagai kendaraan aktivitas luar ruang. Fitur V2L 3,3 kW memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik portabel untuk berkemah atau menjalankan perangkat elektronik.
Jetour menyediakan lima pilihan kelir: khaki white, carbon crystal black, aviation silver, highway gray, dan electroplated green. Khusus highway gray dan electroplated green, konsumen dikenakan biaya tambahan Rp10 juta.
Kebijakan ini cukup umum di segmen premium, tapi tetap perlu dicatat sebagai biaya tersembunyi. Hitungannya, T2 i-DM dengan kelir spesial bisa menembus Rp706 juta OTR.
Melalui program Fearless Adventure, Jetour menawarkan sejumlah manfaat kepemilikan yang jadi nilai jual utama. Garansi kendaraan dan mesin berlaku enam tahun tanpa batasan kilometer. Power Battery dan Drive System mendapat garansi delapan tahun atau 160.000 kilometer, mencakup control system, drive motor, dan motor controller.
Perawatan berkala gratis diberikan selama tiga tahun atau 30.000 kilometer, mengikuti jadwal maintenance yang ditetapkan Jetour. Paket garansi ini termasuk agresif di kelasnya — garansi baterai delapan tahun menjadi standar yang wajar untuk kendaraan elektrifikasi, tapi garansi mesin tanpa batas kilometer jarang ditemui.
Booth Jetour berada di Ground Hall Booth D, Sudirman Grand Ballroom. Selama pameran, pembeli T2, Dashing Inspira, atau X70 Plus Inspira berkesempatan mengikuti lucky dip dengan nilai voucher belanja mencapai Rp5 juta.
Pengunjung juga bisa mencoba langsung kendaraan melalui area test drive dan mendapat refreshment serta exclusive voucher. Program ini jelas bertujuan menarik keputusan pembelian di tempat — strategi umum di pameran otomotif, tapi efektif untuk konsumen yang masih ragu.
Rangkaian GIIAS 2026 membawa dua penghargaan untuk T2 i-DM: New Car Launch SUV Pilihan Media di GIIAS Jakarta dan Most Driven Hybrid Passenger Car. Model T1 i-DM Modification juga meraih Special Exhibit Car di GIIAS Jakarta dan Surabaya.
Penghargaan ini memang menambah kredibilitas, tapi perlu diingat: award di pameran otomotif sering kali berbasis penilaian media dan popularitas booth, bukan uji performa independen. Jadi jangan jadikan ini satu-satunya pertimbangan.
Dengan harga Rp696 juta, T2 i-DM bersaing langsung di segmen PHEV SUV yang kini makin padat. Karakter boxy dan fitur V2L 3,3 kW jadi pembeda, tapi keputusan pembelian tetap harus mempertimbangkan jaringan servis dan nilai residu jangka panjang.