Polda Sumsel Gandeng 85 Peserta Didik Sespim Polri Perkuat Penanganan Karhutla, 31 Titik Api Terverifikasi

Penulis: Faisal Zuber  •  Jumat, 11 September 2026 | 09:38:32 WIB
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin penguatan strategi penanganan karhutla bersama peserta didik Sespim Polri.

Polda Sumatera Selatan menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Kolaborasi ini berjalan bersamaan dengan praktik kerja dalam negeri dan kuliah kerja profesi yang memberi pengalaman lapangan langsung bagi para peserta. Hingga 8 September 2026, verifikasi hotspot menemukan 31 titik api dari 369 hotspot yang terdeteksi.

PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melibatkan 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri dalam penguatan strategi penanganan karhutla. Mereka terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menyatakan keterlibatan itu berbarengan dengan kegiatan praktik kerja dalam negeri (PKDN) dan kuliah kerja profesi (KKP). Kedua kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi peserta didik untuk melihat langsung praktik penanganan karhutla di Sumsel.

31 Titik Api Terverifikasi dari 369 Hotspot

Berdasarkan data pada 8 September 2026, tercatat 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, sementara 192,5 hektare berhasil dipadamkan.

Verifikasi setiap hotspot dilakukan melalui berbagai sarana, mulai dari helikopter, drone, hingga tim darat. Polda Sumsel juga mengembangkan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari.

Empat Tahap Penanganan yang Tidak Terpisahkan

Sandi menegaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi yang menjadi satu rangkaian.

"Penanganan karhutla membutuhkan langkah yang menyeluruh dan berkesinambungan, mulai dari edukasi dan pencegahan, verifikasi hotspot, pemadaman, penegakan hukum, hingga rehabilitasi lahan," ujarnya.

Ia menambahkan seluruh tahapan tersebut saling terkait dan tidak bisa dipisahkan satu dari yang lain.

Masukan Peserta Didik untuk Strategi ke Depan

Kehadiran peserta didik Sespim tidak hanya diarahkan sebagai sarana pembelajaran. Mereka diharapkan memberikan masukan, inovasi, dan rekomendasi konstruktif untuk memperkuat strategi penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

"Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran, maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan karhutla dapat semakin efektif dan Smaksimal," katanya.

Pengerahan personel terus diperkuat seiring pengembangan langkah penanganan di lapangan. Polda Sumsel memastikan setiap titik api yang terverifikasi ditangani hingga bara benar-benar padam.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top