SUMATERA SELATAN — Industri pertambangan Indonesia tengah berbenah mengejar target operasional yang lebih ramah lingkungan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menemukan kendaraan operasional yang kuat di medan berat, tapi tetap efisien dan tidak menghasilkan polusi.
JAC Motors menjawab kebutuhan itu dengan memperkenalkan dua kendaraan energi baru (NEV) di ajang Mining Indonesia 2026: Trekker T9 EV dan UrbanMover N90 EV. Keduanya dirancang untuk kondisi lapangan yang menuntut daya tahan tinggi.
Fokus utama JAC pada pameran kali ini adalah penyempurnaan Trekker T9 EV. Pikap listrik double cabin 4x4 tersebut kini dibekali fitur Differential Lock yang berfungsi meningkatkan traksi saat melintasi jalan berlumpur atau tanjakan curam. Fitur ini menjadi nilai jual utama untuk sektor pertambangan yang kerap beroperasi di area terpencil.
Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi Front Trunk alias bagasi depan. JAC mengklaim Trekker T9 EV menawarkan mobilitas tanpa emisi saat berkendara, yang sejalan dengan tren efisiensi operasional di industri.
“Partisipasi JAC Motors di Mining Indonesia 2026 menjadi momentum penting bagi kami untuk semakin dekat dengan para pelaku industri pertambangan, sekaligus memperkenalkan solusi kendaraan komersial EV yang mampu menjawab beragam kebutuhan operasional di berbagai kondisi medan,” ujar Chief Operating Officer Indomobil JAC, Reggie Kurnia.
Bagi JAC Motors, Indonesia memegang posisi strategis dalam peta bisnis global. Perwakilan JAC International, Henry Xia, menegaskan bahwa pangsa pasar dalam negeri memiliki peran penting bagi pertumbuhan perusahaan.
“Indonesia bukan sekadar sebuah pasar. Indonesia merupakan mitra strategis bagi masa depan JAC di dunia,” kata Henry.
Keyakinan itu bukan tanpa alasan. JAC mengklaim light truck berbasis battery electric vehicle (BEV) yang mereka produksi telah didistribusikan sebanyak 100 ribu unit ke berbagai negara. Angka tersebut menjadi bukti bahwa teknologi kendaraan listrik JAC telah teruji secara global.
Di dalam negeri, kendaraan JAC sudah digunakan pelanggan di berbagai wilayah. Reggie menambahkan, hal ini menunjukkan relevansi produk mereka dengan kebutuhan mobilitas industri di Indonesia.
JAC Motors tak hanya pamer produk di ajang tersebut. Perusahaan menggelar Handover Ceremony dengan menyerahkan 150 unit Trekker T9 EV kepada tiga perusahaan sektor pertambangan yang berasal dari Aceh, Berau (Kalimantan Timur), dan Banyuwangi (Jawa Timur).
Langkah ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik mulai dilirik sebagai alat operasional utama di sektor pertambangan, bukan sekadar wacana.
Selama pameran berlangsung, JAC Motors membuka program special pre-booking dengan banderol Rp868 juta on the road (OTR) Jakarta. Angka ini lebih murah dibandingkan harga normal Trekker T9 EV yang dipatok Rp888 juta OTR Jakarta.
Kendaraan yang dipesan lewat program ini sudah termasuk fitur Differential Lock dan Front Trunk. Skema ini menjadi cara JAC menarik minat pelaku industri yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan kemampuan medan.
Dengan hadirnya pemain seperti JAC Motors, persaingan kendaraan komersial listrik di Indonesia dipastikan semakin ketat. Ini kabar baik bagi perusahaan tambang yang kini punya lebih banyak pilihan untuk menekan emisi operasional mereka.