PALEMBANG - Menjelajahi kuliner malam di Palembang membawa pengalaman yang jauh lebih kaya dari sekadar mencicipi pempek. Kota ini menawarkan beragam hidangan seperti pindang, mi celor, martabak kari, bakmi, sate, hingga seafood, semua dapat dinikmati dalam suasana santai setelah matahari tenggelam. Tradisi kuliner Sumatra Selatan yang kuat dan beragam menjadikan setiap sudut kota punya cerita rasa yang patut dijelajahi.
Pempek memang ikon yang paling mudah dikenali, namun kekayaan kuliner Palembang tidak berhenti di situ. Pindang, misalnya, memikat dengan kuah gurih, asam, pedas, dan aromatik. Sementara mi celor menawarkan perpaduan mi, tauge, telur, dan kuah santan yang khas. Sejumlah tempat makan bahkan memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat, seperti Martabak HAR yang berkembang sejak 1947 dan Pempek Saga Sudi Mampir yang dikenal sebagai salah satu pempek tertua.
Bagi yang ingin merasakan kelezatan kuliner Palembang di malam hari, berikut sepuluh pilihan yang bisa menjadi referensi.
1. River Side Restaurant, Makan Malam dengan Panorama Sungai Musi
Restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda karena berada di tepian Sungai Musi. Panorama sungai dan Jembatan Ampera menjadi daya tarik utama yang bisa dinikmati sembari menyantap hidangan. Menu khas Sumatra Selatan seperti pindang patin dan pempek tersedia di sini. Pindang patin, dengan kuah berbumbu kaya rasa yang gurih, pedas, dan segar, sangat cocok untuk makan malam. Area luar ruangan menjadi nilai tambah, memungkinkan pengunjung menikmati suasana tepian sungai. Sumber pariwisata resmi mencatat River Side sebagai destinasi kuliner yang menawarkan hidangan khas sekaligus panorama ikonik Palembang, pas untuk keluarga atau rombongan.
2. Kampung Kapitan, Kuliner di Kawasan Bersejarah
Kampung Kapitan tidak hanya menawarkan pilihan makanan, tetapi juga nilai sejarah kawasan yang kuat. Permukiman bersejarah di tepian Sungai Musi ini menjadi tempat menarik untuk melihat sisi lain Palembang. Saat malam tiba, hidangan laut bisa menjadi menu utama. Kepiting saus tiram dan udang bakar madu adalah contoh sajian yang cocok disantap bersama. Cita rasa gurih dan manis pada hidangan laut menjadi alternatif bagi yang tidak ingin selalu menyantap masakan berbumbu pedas. Perpaduan antara kuliner dan suasana kawasan lama memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan restoran modern.
3. Mi Celor 26 Ilir H Syafe’i, Legenda Kuliner Palembang
Mi celor adalah hidangan yang sangat erat dengan identitas kuliner Palembang. Mi berukuran besar disajikan dengan tauge, telur, udang, dan kuah gurih serta creamy. Mi Celor 26 Ilir H Syafe’i menjadi nama populer di kalangan pencinta makanan lokal. Berada di kawasan 26 Ilir, yang dikenal sebagai sentra pempek, tempat ini masih menjadi salah satu restoran yang banyak dicari menurut data ulasan kuliner terbaru. Untuk makan malam, mi celor memberikan pilihan yang mengenyangkan tanpa perlu porsi besar. Namun, perlu diperhatikan bahwa jam operasional dapat berubah, jadi pemeriksaan informasi terbaru sebelum berkunjung adalah langkah yang baik.
4. Bakmi Aloi, Pilihan bagi Pencinta Mi
Bakmi Aloi cukup dikenal dalam peta kuliner Palembang dengan menu utama berupa mi dan berbagai pilihan topping. Tekstur mi menjadi bagian penting, dilengkapi daging cincang, jamur, dan taburan pelengkap yang memberikan kombinasi tekstur dan rasa. Dalam diskusi daring terbaru, Bakmi Aloi masih disebut sebagai salah satu pilihan bakmi yang dikenal, meskipun preferensi setiap orang tentu berbeda. Tempat ini cocok untuk makan malam dengan menu sederhana; seporsi bakmi hangat bisa menjadi pilihan praktis setelah seharian berkeliling.
5. Pempek Saga Sudi Mampir, Mencicipi Ikon Kuliner Palembang
Berbicara tentang Palembang tidak lengkap tanpa pempek. Pempek Saga Sudi Mampir adalah salah satu tempat yang wajib masuk daftar, terutama bagi pencinta makanan berbahan ikan. Berbagai jenis pempek tersedia, dari kapal selam hingga lenjer dan lenggang. Cuko, dengan rasa asam, manis, dan pedas, menjadi elemen penting yang menyeimbangkan gurihnya pempek. Sumber pariwisata resmi menyebut tempat ini sebagai salah satu pempek tertua yang mempertahankan cita rasa khas. Berlokasi di Jalan Merdeka, pempek juga cocok dijadikan camilan malam dan bisa dipesan dalam berbagai ukuran, termasuk untuk oleh-oleh.
6. Martabak HAR, Martabak Telur dengan Kuah Kari
Martabak HAR berbeda dari martabak manis yang umum ditemukan. Hidangan ini berupa martabak telur yang disajikan dengan kuah kari khas. Sejarahnya bermula pada 1947, dan menurut sumber pariwisata resmi, dikenal dengan isian telur bebek dan kuah kari berbumbu yang gurih serta kaya rempah. Rasanya yang kuat dan mengenyangkan membuatnya cocok untuk makan malam. Tekstur kulit yang renyah berpadu dengan telur dan kuah menghasilkan sensasi berbeda. Martabak HAR telah berkembang menjadi jaringan dengan sejumlah cabang, dan data restoran terbaru menempatkannya sebagai kuliner populer di Palembang.
7. Sate Wak Din, Sate Sapi dengan Sentuhan Segar
Sate Wak Din adalah pilihan tepat bagi pencinta daging bakar. Potongan daging sapi yang dipanggang menghasilkan aroma khas yang menggoda di malam hari. Bumbu kecap dengan rempah menjadi pendamping utama, sementara sambal nanas dan acar timun memberikan rasa segar yang menyeimbangkan gurihnya daging. Perpaduan ini membuat Sate Wak Din berbeda dari sate yang hanya mengandalkan bumbu kacang; rasa manis, gurih, pedas, dan segar hadir dalam satu piring. Cocok untuk makan malam santai, sate bisa dinikmati dengan nasi atau lontong, dan porsinya mudah disesuaikan.
8. Angkringan Mang Pen, Pilihan Santai dan Terjangkau
Angkringan Mang Pen menawarkan suasana makan yang kasual, cocok untuk menikmati makanan ringan sambil berbincang hingga malam. Aneka sate dan camilan menjadi pilihan, dengan model penyajian yang memungkinkan pengunjung mencoba beberapa jenis makanan dalam porsi kecil. Keunggulan angkringan terletak pada suasananya yang santai dan harga relatif terjangkau, menarik bagi yang ingin menikmati malam tanpa suasana restoran formal. Angkringan identik dengan makan perlahan, memilih makanan kecil satu per satu sesuai selera, dan dilengkapi minuman hangat.
9. Rumah Makan Pindang Musi Rawas, Berburu Pindang Khas Sumatra Selatan
Pindang adalah hidangan penting dalam khazanah kuliner Sumatra Selatan, dan Rumah Makan Pindang Musi Rawas menghadirkan sejumlah variannya untuk makan malam. Pindang patin menjadi menu andalan, dengan ikan patin lembut yang dipadukan kuah berbumbu pedas, asam, gurih, dan segar. Selain patin, tersedia pindang udang dan pindang iga sapi, memberikan pengalaman makan beragam dengan karakter kuah yang sama-sama kuat. Sumber pariwisata resmi memasukkan tempat ini dalam daftar destinasi kuliner Palembang, cocok bagi pencinta masakan tradisional yang ingin mengenal kekayaan kuliner Sumatra Selatan.
10. Rumah Makan Sri Melayu, Sajian Khas dalam Suasana Nyaman
Rumah Makan Sri Melayu menjadi pilihan lain untuk menikmati masakan khas Palembang, dengan berbagai hidangan tradisional dan makanan laut. Pindang tulang, yang menggunakan bagian tulang sapi dengan daging masih melekat dan dimasak dalam kuah berbumbu kuat, menjadi menu menarik yang cocok disantap dengan nasi hangat. Berbagai menu seafood juga tersedia. Data restoran terbaru menunjukkan tempat ini masih dikenal dan banyak dikaitkan dengan hidangan tradisional serta seafood. Suasana restoran yang nyaman membuatnya sesuai untuk makan bersama keluarga atau rombongan.
Berburu makanan malam tidak harus dilakukan dengan mendatangi semua tempat dalam satu waktu. Susun rute kuliner berdasarkan jenis makanan agar perjalanan lebih nyaman. Untuk hidangan khas, mulai dengan pempek dan mi celor, lalu pindang patin atau pindang iga sebagai menu utama. Jika ingin lebih ringan, pilih sate atau bakmi.
Perhatikan porsi karena banyak makanan Palembang memiliki rasa kuat; lebih baik menyisakan ruang untuk mencicipi beberapa jenis. Berbagi makanan adalah cara praktis untuk mencoba lebih banyak menu. Sesuaikan waktu kunjungan dengan jam operasional. Restoran dengan pemandangan Sungai Musi seperti River Side bisa dipilih untuk menikmati suasana sore menuju malam, sementara kedai atau angkringan cocok untuk menghabiskan waktu hingga malam larut.
Selain makanan, perhatikan suasana kawasan. Sungai Musi adalah elemen penting kota, dan menikmati makanan sambil melihat aktivitas sungai atau kota malam memberikan pengalaman lebih lengkap. Pada akhirnya, kuliner malam di Palembang menawarkan perpaduan rasa tradisional, tempat bersejarah, dan suasana kota yang membuat perjalanan semakin berkesan.