PRABUMULIH — Peristiwa maut kembali terjadi di jalur perlintasan kereta api di Kota Prabumulih. Seorang anggota Linmas yang sedang berjaga mengatur arus kendaraan tewas setelah tubuhnya tersambar badan Kereta Api Babaranjang jurusan Prabumulih-Palembang, Selasa (11/8/2026) malam.
Korban adalah Tapmidi bin Hasan (40), warga Desa Muara Sungai yang sehari-hari mengabdi sebagai anggota Perlindungan Masyarakat sekaligus petugas pengamanan swakarsa di desanya. Insiden terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di perlintasan sebidang yang menghubungkan wilayah Cambai dan Muara Sungai.
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, saat kejadian korban tengah memberhentikan warga yang akan melintas karena ada kereta yang akan lewat. Diduga korban berdiri terlalu dekat dengan bibir rel sehingga tubuhnya tersambar badan kereta yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Kerasnya benturan membuat korban terpental hingga sejauh 25 meter dari titik awal. Warga bersama petugas yang berada di lokasi kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan penanganan darurat, namun nyawa korban tidak tertolong.
Kapolres Prabumulih, AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., menegaskan jajarannya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Tim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang police line, dan menggali keterangan dari para saksi di sekitar lokasi.
"Kami langsung melakukan penanganan di TKP, mengamankan lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui kronologi secara utuh. Kami menyampaikan duka cita mendalam, almarhum Tapmidi gugur saat menjalankan tugas pengabdian menjaga keselamatan warga di perlintasan," ujar AKBP Gunarto.
Ia memastikan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur agar fakta kejadian terungkap secara terang.
Duka cita juga disampaikan Bidang Humas Polda Sumatera Selatan. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan almarhum merupakan contoh pengabdian dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat kembali akan bahaya di perlintasan sebidang yang tidak dijaga atau minim penerangan. Kejadian di Cambai ini menambah daftar panjang kecelakaan di titik perlintasan kereta api di Sumatera Selatan, khususnya di jalur padat lintas Babaranjang yang melintasi permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti insiden dan mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta api, terutama di jam-jam rawan menjelang malam hari.