JAKARTA — Pramono menyebut Manggarai sebagai wilayah yang mendapat perhatian khusus karena aktivitas tawuran yang berulang. Fasilitas ring tinju direncanakan menjadi ruang alternatif bagi anak muda di kawasan itu.
"Tentunya, Manggarai akan kita tangani secara khusus, dan sekarang ini, kalau diperlukan, saya juga akan membuat tempat atau fasilitas seperti ini (ring tinju) di Manggarai," kata Pramono setelah meresmikan fasilitas ring tinju di kolong flyover Kampung Melayu Jakarta Timur, Jumat (6/11).
Klaim Penurunan Tawuran di Manggarai
Meski menyiapkan fasilitas baru, Pramono mengklaim angka tawuran di Manggarai sudah turun signifikan dari waktu ke waktu. Penyebabnya, anak muda setempat dinilai kini punya ruang berkumpul yang lebih baik.
"Karena apa? Karena anak mudanya sekarang diberikan ruang yang lebih baik untuk bisa bertemu satu dengan yang lainnya," jelasnya.
Pramono juga menyoroti posisi Manggarai yang berubah menjadi hub transportasi setelah LRT diresmikan. Menurut dia, penertiban kawasan perlu dilakukan agar Manggarai tetap aman dan nyaman.
"Seperti kita ketahui, sekarang Manggarai menjadi hub baru setelah LRT diresmikan dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai, dan juga KRL banyak sampai dengan Manggarai," ungkap Pramono.
Dari 132 Kasus Jadi Sekitar 20 Kasus Tawuran di Jakarta Timur
Efektivitas ring tinju sebagai penekan tawuran sebelumnya disorot Pramono di Jakarta Timur. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 130 aksi tawuran terjadi di wilayah itu.
Angka tersebut turun tajam setelah ruang publik difungsikan untuk latihan tinju dan lapangan olahraga bersama. Pramono menyebut kasus tawuran di Jakarta Timur kini tinggal sekitar 20 kasus pada 2026.
"Sampai dengan akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk yang sebelumnya saya resmikan di Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan (tawuran), terutama di tempat ini, yang luar biasa, dari 132 menjadi kurang lebih 20-an lebih," papar Pramono.
Ring tinju di kolong flyover Kampung Melayu menjadi contoh yang diklaim efektif menekan tawuran antarpelajar dan warga. Pramono belum merinci anggaran maupun jadwal pembangunan fasilitas serupa di Manggarai.