Pencarian

MotoGP Kurangi Porsi Balapan di Eropa, Target 50-50 dengan Asia dan Amerika

Minggu, 16 Agustus 2026 • 18:21:01 WIB
MotoGP Kurangi Porsi Balapan di Eropa, Target 50-50 dengan Asia dan Amerika
Pembalap MotoGP melintasi tikungan saat sesi balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

SUMATERA SELATAN — Keputusan ini bukan sekadar wacana. Tahun ini MotoGP masih menggelar 14 seri di Eropa dan 8 di luar Eropa. Musim depan angkanya berubah menjadi 9 seri di Eropa dan 13 di luar Eropa. Jika target tercapai, dalam waktu dekat komposisinya akan berimbang—sebuah pergeseran besar untuk kejuaraan yang selama puluhan tahun berpusat di Spanyol dan Eropa Tengah.

Ezpeleta tidak menutup-nutupi alasan di balik perubahan ini. Ia menyebut MotoGP terlalu terkonsentrasi di wilayah tertentu, dan itu membatasi pertumbuhan jumlah penonton. "Saya yakin tujuan jangka pendeknya adalah mencari cara untuk menyeimbangkannya: kami terlalu banyak hadir di Spanyol dan Eropa Tengah, jadi keputusan ini cukup jelas," ujarnya dikutip dari GPOne.

"Destinasi baru akan masuk, dan ada beberapa yang harus dikeluarkan hanya karena kami terlalu terkonsentrasi di wilayah tersebut," tambah dia.

Adelaide 2027 Jadi Pintu Masuk Kota-Kota Baru

Salah satu contoh nyata ekspansi ini adalah balapan di Adelaide, Australia, yang sudah dikonfirmasi masuk kalender pada 2027. Menurut Ezpeleta, proyek Adelaide membuka peluang bagi kota-kota lain di dunia untuk ikut menggelar balapan. "Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara atas nama semuanya, tapi ya, kami telah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia," ucapnya.

Yang menarik, MotoGP tidak sekadar mencari negara baru—mereka ingin lebih dekat dengan kota-kota besar dan bandara utama. Logikanya sederhana: infrastruktur pariwisata yang baik berarti penonton lebih mudah datang, dan itu berdampak langsung pada pendapatan tiket serta eksposur global. Ini pola yang sudah terbukti sukses di ajang seperti Formula 1, yang justru makin agresif menambah seri di Asia dan Timur Tengah.

Grand Prix Bersejarah Tetap Aman, Tapi Ada yang Harus Pergi

Pertanyaan besarnya: seri mana yang akan dikorbankan? Ezpeleta memastikan balapan bersejarah dengan basis penggemar kuat tidak akan ditinggalkan begitu saja. "Kami juga ingin meyakinkan para penggemar bahwa kami akan tetap setia pada acara-acara bersejarah kami dan ajang-ajang besar yang telah menarik begitu banyak penonton selama beberapa dekade," tuturnya.

Pernyataan ini justru menimbulkan tanda tanya baru. Jika Assen, Mugello, dan Sachsenring dianggap aman karena sejarah dan antusiasme penontonnya, maka seri yang paling rawan tergusur adalah sirkuit yang sepi penonton dan tidak punya daya tarik historis kuat. Di sinilah posisi seri-seri Eropa Timur atau sirkuit kecil yang selama ini bertahan karena paket kontrak dengan Dorna bisa jadi taruhannya.

Dampak untuk Penonton Indonesia

Perubahan ini sebenarnya kabar baik untuk penggemar MotoGP di Asia Tenggara. Dengan target 50-50, peluang Indonesia mendapat slot reguler di kalender semakin terbuka. Mandalika sudah membuktikan mampu menarik puluhan ribu penonton, dan infrastruktur bandara di Lombok terus diperbaiki. Jika MotoGP serius soal "dekat dengan bandara utama", sirkuit Pertamina Mandalika punya posisi tawar yang jauh lebih kuat dibanding beberapa tahun lalu.

Yang perlu diwaspadai justru dampaknya ke biaya operasional tim. Sirkuit di luar Eropa berarti logistik lebih mahal, dan itu biasanya berujung pada kenaikan biaya untuk tim satelit. Dorna harus hati-hati—ekspansi global yang terlalu agresif bisa membuat paddock makin timpang antara tim pabrikan kaya dan tim independen yang hidup dari sponsor kecil.

Keputusan ini memang berani, tapi juga berisiko. MotoGP jelas butuh pasar baru, namun mengorbankan seri Eropa yang punya tradisi panjang adalah taruhan besar. Yang jelas, dalam tiga tahun ke depan, kalender MotoGP akan terlihat sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks