PALEMBANG — Pencarian korban tenggelam di perairan Muara Lalan, Desa Perumpung Raya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, masih berlanjut hingga hari ini. Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menyebut operasi penyisiran melibatkan belasan personel gabungan yang terbagi dalam dua tim dengan area seluas total 10 kilometer persegi.
Peristiwa naas itu terjadi saat korban berlayar bersama pamannya, Supri, yang bertindak sebagai nakhoda kapal jukung MS Juwita. Keduanya bertugas mengangkut paket logistik dari Dermaga PU menuju P6 ketika mesin kapal tiba-tiba mati di tengah perjalanan.
Kronologi: Panggilan Mengisi BBM Berujung Maut
Insiden bermula ketika kapal kehabisan BBM di tengah perairan. Nakhoda kemudian memerintahkan korban untuk berjalan dari bagian depan menuju belakang kapal guna mengisi bahan bakar.
"Saat korban berjalan dari bagian depan menuju belakang kapal, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Korban yang tidak bisa berenang langsung tenggelam dan hilang diseret arus," terang Raymond di Palembang, Senin (10/8).
Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 21.00 WIB pada Sabtu malam. Namun, Basarnas Kantor SAR Palembang baru menerima laporan resmi kejadian pada Minggu (9/8) sekitar pukul 11.45 WIB dan langsung menerjunkan personel ke lokasi.
Dua Sektor Penyisiran: Barat dan Tenggara
Operasi pencarian melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polair, BPBD, serta masyarakat setempat. Tim pertama menyisir permukaan air menggunakan perahu karet dan speed boat seluas 6 kilometer persegi ke arah barat.
Sementara itu, tim kedua dikerahkan untuk menyisir area seluas 4 kilometer persegi ke arah tenggara. Pihaknya mengoptimalkan seluruh potensi SAR dengan tetap memperhitungkan kondisi arus serta keselamatan personel dalam penyisiran.
Imbauan Keselamatan bagi Warga yang Beraktivitas di Perairan
Menyusul kejadian ini, Basarnas mengimbau warga yang beraktivitas di perairan untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung. Hal ini dinilai krusial mengingat banyak masyarakat setempat yang bekerja sebagai nelayan atau menggunakan transportasi sungai dalam keseharian.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, Basarnas menyediakan layanan Emergency Call 115 yang dapat dihubungi kapan saja. Operasi pencarian terhadap korban akan terus dilakukan hingga hasil yang maksimal.