Pencarian

Tol Palembang–Betung Ditargetkan Fungsional Saat Nataru Akhir 2026, Pembebasan 22 Bidang Lahan Jadi PR Utama

Kamis, 06 Agustus 2026 • 12:17:01 WIB
Tol Palembang–Betung Ditargetkan Fungsional Saat Nataru Akhir 2026, Pembebasan 22 Bidang Lahan Jadi PR Utama
Progres konstruksi Tol Palembang–Betung telah mencapai 93 persen dengan panjang sekitar 55 kilometer.

PALEMBANG — Rencana pengoperasian Tol Palembang–Betung pada akhir tahun ini masih dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas. Selain lahan yang belum dibebaskan, terdapat area rawa sepanjang 1,2 kilometer yang masih dalam tahap pemadatan menggunakan metode vacuum consolidation.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Robertho Pardede menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan sinergi semua pihak. "Pembangunan infrastruktur jalan tol memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam pertemuan yang digelar di Kantor Hutama Karya Tol Palindra.

Progres Konstruksi Capai 93 Persen, Area Rawa Masih Dipadatkan

Hutama Karya melaporkan progres pembangunan untuk Seksi 1 dan Seksi 2 telah mencapai sekitar 93 persen dengan panjang kurang lebih 55 kilometer. Pekerjaan pengaspalan pada area rawa di STA 46 hingga STA 48 ditargetkan dimulai pada November 2026 setelah proses pemadatan rampung.

Adapun untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat libur akhir tahun, perusahaan pelat merah itu menyiapkan jalur fungsional sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan Tanah Mas menuju Musi Landas. Jalur ini akan dioperasikan secara situasional untuk mengurangi kepadatan di Jalan Nasional KM 17.

Volume Kendaraan di Tol Palindra Capai 9.439 Unit per Hari

Data operasional Juli 2026 menunjukkan ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra) menjadi yang tersibuk dengan rata-rata 9.439 kendaraan per hari. Disusul Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) dengan 9.370 kendaraan, dan Tol Indralaya–Prabumulih (Indraprabu) yang mencatat 4.459 kendaraan per hari.

Sementara itu, Tol Bengkulu–Taba Penanjung mencatat volume terendah dengan sekitar 1.914 kendaraan per hari. Data ini menjadi dasar bagi kepolisian dan pengelola tol untuk menyusun skema rekayasa lalu lintas selama periode Nataru.

Persiapan Hadapi Arus Nataru: WIM Terintegrasi ETLE dan Skema Pengalihan Arus

Menghadapi potensi kepadatan, Hutama Karya telah menyiapkan personel operasional, kendaraan patroli, PJR, rescue, hingga derek untuk mendukung pelayanan di ruas fungsional. Skema pengalihan arus di Gerbang Tol Kayu Agung juga disiapkan apabila antrean kendaraan mencapai 800 hingga 900 meter.

Dalam mendukung program nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), lima unit Weigh-in-Motion (WIM) telah dioperasikan dan terintegrasi dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Nasional. Sistem ini diproyeksikan mendukung penerapan kebijakan Zero ODOL yang berlaku mulai 1 Januari 2027.

Langkah Lanjutan: TFG dan Percepatan Pembebasan Lahan

Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Sumsel bersama Hutama Karya akan memperkuat koordinasi dengan ATR/BPN dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penyelesaian 22 bidang lahan yang belum rampung. Selain itu, akan digelar Tactical Floor Game (TFG) yang melibatkan Polda Sumsel, Polres jajaran, dan seluruh pemangku kepentingan sebagai simulasi penanganan arus lalu lintas selama periode Nataru.

Kombes Robertho menambahkan, persiapan dini sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. "Melalui koordinasi yang baik, kami berharap seluruh skenario rekayasa lalu lintas dapat berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," katanya.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mattanews.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks