JAKARTA — Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon milik Skadron Udara 16 TNI AU mengudara bersama dua pesawat F/A-18 Hornet milik Malaysia di sejumlah titik laut perbatasan. Patroli bersama ini merupakan rangkaian kegiatan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Malindo Siri I Tahun 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan kerja sama ini bertujuan meningkatkan keamanan wilayah udara sekaligus mempererat hubungan bilateral. Seluruh rangkaian patroli disebut berjalan lancar dan aman sesuai standar keamanan penerbangan.
Mengapa Malaysia Mengerahkan Tiga Pesawat Tempur?
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (20/7), Kadispenau menjelaskan bahwa TUDM mengerahkan tiga pesawat F/A-18 Hornet. Dua di antaranya berfungsi sebagai unsur patroli udara, sementara satu pesawat lainnya bertugas mendokumentasikan seluruh rangkaian patroli dari udara.
“Patroli bersama tersebut merupakan bagian dari kerja sama bilateral untuk meningkatkan keamanan wilayah udara sekaligus mempererat hubungan antara kedua angkatan udara,” kata I Nyoman dalam keterangan resminya.
Pesawat Tempur Buatan AS Berpatroli di Titik Laut Perbatasan
Kedua jenis pesawat tempur yang diterbangkan sama-sama buatan Amerika Serikat. TNI AU mengandalkan F-16 Fighting Falcon, sementara TUDM mengoperasikan F/A-18 Hornet. Seluruh pilot dan pesawat dipastikan berada dalam kondisi aman selama menjalankan misi patroli terkoordinasi tersebut.
I Nyoman berharap melalui kegiatan ini hubungan bilateral Indonesia dengan Malaysia bisa semakin erat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan masing-masing wilayah negara dari ancaman udara.