Proyek PSEL Palembang Rp 3 Triliun Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Listrik, Diresmikan Prabowo Desember 2026

Penulis: Faisal Zuber  •  Kamis, 05 November 2026 | 07:31:02 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau fasilitas PSEL Palembang bersama Wali Kota Ratu Dewa pada Rabu, 4 November 2026.

PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung proyek PSEL Palembang bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa pada Rabu, 4 November 2026. Kunjungan itu memastikan fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik tersebut sudah beroperasi dalam tahap commissioning.

Dari target awal 17,7 MW, listrik yang dihasilkan sudah menyentuh 18,6 MW. Angka itu diproyeksikan naik hingga 20 MW saat beban puncak.

Listrik dari Sampah Sudah Tersambung ke Jaringan PLN

Zulkifli menyebut hasil uji coba melampaui perhitungan awal. "Ini sudah commissioning, sudah percobaan jalan. Perlu sedikit lagi penyempurnaan. Insyaallah Desember sudah 100 persen dan bisa kita resmikan," ujarnya.

Setelah commissioning rampung, Presiden Prabowo dijadwalkan meresmikan proyek senilai hampir Rp 3 triliun tersebut pada Desember 2026. Penyempurnaan teknis menjadi pekerjaan terakhir sebelum operasi penuh.

1.100 Ton Sampah per Hari Tak Lagi Menumpuk

Sebanyak 1.100 ton sampah yang setiap hari diangkut Pemkot Palembang kini dialihkan ke fasilitas pengolahan, bukan ditumpuk di tempat pembuangan akhir. Langkah itu memangkas risiko kebakaran, polusi gas metan, dan cemaran mikroplastik yang sebelumnya membayangi warga sekitar.

Dampak lain terasa di sektor kelistrikan. Pasokan dari PSEL disebut cukup untuk kebutuhan 14.000 hingga 15.000 rumah tangga di Palembang.

Proyek ini juga membuka lapangan kerja bagi 500 hingga 1.000 tenaga kerja lokal, mulai dari operator fasilitas hingga pekerja pengangkutan sampah.

Zulkifli: Masalah Lingkungan Berubah Jadi Listrik

Pemerintah pusat menempatkan PSEL Palembang sebagai contoh pengelolaan sampah yang menghasilkan nilai ekonomi. "Bayangkan, yang tadinya masalah yang menimbulkan dampak lingkungan luar biasa, sekarang menjadi listrik. Semua menjadi positif melalui teknologi," kata Zulkifli.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turut mendampingi peninjauan bersama Wali Kota Ratu Dewa. Pemerintah provinsi dan kota akan menyiapkan skema pasokan sampah agar operasi fasilitas tetap stabil setelah peresmian.

Jika berjalan sesuai jadwal, Palembang menjadi salah satu kota di Sumatera dengan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi berskala besar. Warga menanti realisasi janji pengurangan tumpukan sampah sekaligus pasokan listrik yang lebih murah.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top