SUMATERA SELATAN — Bali United menempati peringkat ketiga Super League 2026/2027 dengan koleksi 23 gol dari delapan pertandingan, terbanyak di kompetisi. Serdadu Tridatu hanya terpaut dua poin dari Persija Jakarta di puncak klasemen dan satu angka dari Dewa United di posisi kedua.
Klub asal Gianyar itu mengumpulkan lima kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan sepanjang delapan pekan pertama. Catatan tersebut menempatkan Bali United di papan atas tanpa banyak sorotan, di tengah perhatian yang lebih besar kepada Persija sebagai pemuncak sementara dan Persib Bandung yang berstatus juara tiga musim beruntun.
Produktivitas menjadi kekuatan utama Bali United musim ini. Total 23 gol sudah dicetak Irfan Jaya dan kolega, sementara Persija sebagai tim paling produktif kedua baru mengumpulkan 18 gol.
Dari delapan pertandingan, Bali United cuma dua kali gagal mencetak dua gol atau lebih. Selebihnya, gawang lawan dibobol berulang: menang 4-1 atas Isen Mulang, 6-1 atas Persijap Jepara, 3-2 atas Java United, 5-0 atas Garudayaksa, dan 3-1 atas Arema FC.
"Kami bisa menguasai pertandingan dengan membuat banyak peluang dan bisa dilihat dari delapan laga terakhir kami bisa mencetak 23 gol," kata Pelatih Bali United Johnny Jansen, dikutip dari laman klub.
Pemain asal Jepang Teppei Yachida menjadi penyumbang terbesar. Eks pemain RB Omiya itu mencetak lima gol dan dua assist, yang berarti ia terlibat dalam hampir sepertiga dari total gol tim sejauh ini.
Kontribusi Yachida memberi Bali United variasi serangan yang sulit dibaca lawan. Aliran gol tidak bergantung pada satu pemain, tetapi tetap punya sosok yang konsisten membuka ruang dan menyelesaikan peluang.
Di balik ketajaman lini depan, pertahanan Bali United masih menyisakan persoalan. Sembilan gol sudah bersarang ke gawang mereka, dengan catatan nirbobol baru sekali tercapai.
"Namun kami kebobolan sembilan gol. Ini situasi yang juga perlu kami pahami untuk belajar lebih baik lagi," ujar Johnny Jansen.
Kompetisi memang baru berjalan delapan laga. Meski begitu, Bali United menunjukkan tim sudah mulai menemukan ritme, dengan aroma Belanda di tubuh klub yang berlanjut sejak musim lalu mulai membuahkan hasil.
Sejak mengakhiri kompetisi di empat besar Liga 1 2023/24, Bali United hanya bisa meramaikan papan tengah dalam dua musim terakhir. Posisi ketiga saat ini menjadi sinyal kebangkitan bila produktivitas dipertahankan dan kinerja lini belakang diperbaiki.
Dengan jarak dua poin dari Persija dan satu angka dari Dewa United, persaingan gelar juara masih terbuka lebar. Bali United punya peluang meramaikannya tanpa perlu gembar-gembor.