SUMATERA SELATAN — Aurora berwarna merah dan hijau menerangi langit Rovaniemi, Finlandia, dengan intensitas terkuat sejak badai geomagnetik serupa pada Januari 2026. Fenomena cahaya kutub itu terekam kamera Reuters dan dipublikasikan CNN Indonesia, Rabu (14/10/2026), saat wilayah utara Eropa memasuki musim pengamatan aurora.
Rovaniemi, kota yang berada tepat di lingkar Arktik, menjadi lokasi pengamatan aurora kali ini. Intensitas cahaya yang muncul disebut yang terkuat sejak Januari 2026, menandai aktivitas geomagnetik yang jarang terjadi di periode yang sama.
Aurora terbentuk ketika partikel bermuatan dari matahari bertabrakan dengan atom di atmosfer Bumi. Warna yang muncul bergantung pada jenis gas yang terlibat: hijau dari oksigen di ketinggian sekitar 100 kilometer, merah dari oksigen di lapisan lebih tinggi.
Kombinasi merah dan hijau dalam satu tampilan menandakan gangguan geomagnetik yang cukup kuat. Badai geomagnetik serupa tercatat pada Januari 2026, dan kemunculan kembali di Oktober memperpanjang pola aktivitas matahari yang tinggi sepanjang tahun.
Rovaniemi berada di lintang utara yang masuk zona auroral oval, wilayah di mana aurora paling sering muncul. Kota ini juga dikenal sebagai lokasi wisata aurora dengan infrastruktur pengamatan yang mapan, termasuk penerbangan langsung dari sejumlah kota Eropa.
Musim pengamatan aurora di Finlandia umumnya berlangsung dari akhir Agustus hingga April. Puncaknya terjadi pada malam-malam gelap sekitar ekuinoks, ketika durasi malam lebih panjang dan langit relatif bersih dari cahaya matahari.
Kemunculan aurora intensitas tinggi mendorong permintaan paket wisata di kawasan Lapland. Operator tur lokal biasanya membuka perjalanan malam ke titik-titik tanpa polusi cahaya, dengan tingkat keberhasilan pengamatan yang bergantung pada cuaca dan aktivitas geomagnetik.
Di sisi lain, badai geomagnetik kuat dapat mengganggu sinyal navigasi satelit dan komunikasi radio di lintang tinggi. Maskapai yang beroperasi di rute kutub kerap memantau indeks geomagnetik untuk mengantisipasi gangguan tersebut.
Pengamat di Indonesia yang ingin menyaksikan fenomena ini bisa mengikuti indeks Kp, ukuran aktivitas geomagnetik global. Nilai Kp 5 ke atas menandakan badai geomagnetik yang berpotensi memunculkan aurora di lintang lebih rendah dari biasanya.
Layanan prakiraan cuaca antariksa dari sejumlah lembaga internasional memperbarui data ini setiap beberapa jam. Bagi wisatawan, kombinasi langit cerah dan indeks Kp tinggi menjadi syarat utama untuk mendapatkan tampilan aurora yang jelas.
Fenomena di Rovaniemi menambah daftar penampakan aurora kuat sepanjang 2026. Pengamat di belahan utara Bumi masih punya peluang menyaksikan cahaya serupa hingga musim dingin berakhir.