MUSI RAWAS UTARA — Korban ditemukan mengapung oleh petugas SAR pada radius 20 meter dari titik awal kejadian. Setelah dievakuasi dari perairan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kasi Operasi Kantor SAR Palembang, Mancarrah Wanto, menyampaikan bahwa operasi pencarian hari kedua berhasil menemukan korban. "Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban," ujarnya di Musi Rawas Utara, Rabu.
Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa (11/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Hafiz mandi dan berenang bersama kakaknya di Sungai Rawas. Arus deras tiba-tiba menerjang dan menyeret korban hingga tenggelam.
Sang kakak sempat berupaya memberikan pertolongan, namun korban dengan cepat hilang terbawa arus. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Basarnas, dan Kantor SAR Palembang menerima informasi pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Memasuki pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat dikerahkan. Mereka menyisir permukaan air secara visual seluas 6 kilometer persegi menggunakan perahu karet serta perahu milik masyarakat.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil ketika korban ditemukan mengapung pada Rabu pagi. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Menyikapi kejadian ini, Basarnas mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar perairan. Kondisi arus sungai disebut dapat berubah sewaktu-waktu, terutama di musim penghujan.
Masyarakat juga diingatkan untuk segera menghubungi layanan darurat Emergency Call Basarnas 115 jika membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan. Respons cepat dari warga sangat membantu proses evakuasi korban kecelakaan air.