Benteng Kuto Besak Direvitalisasi, Ahli Cagar Budaya Semarang Ikut Dilibatkan

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 01:40:31 WIB
Pemerintah Kota Palembang menggandeng Tim Ahli Cagar Budaya Semarang untuk mengawal revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak.

PALEMBANG — Rencana revitalisasi Bastion Benteng Kuto Besak (BKB) memasuki tahap akhir perencanaan, menyusul rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kota Palembang pada Senin (27/7/2026). Proyek ini merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama Teknis antara Kodam II/Sriwijaya dan Dinas Pariwisata Palembang.

Kenapa Perlu Ahli dari Luar Daerah?

Karena berstatus cagar budaya nasional, Pemkot Palembang menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan bersama Dr Kriswandono, Tim Ahli Cagar Budaya asal Semarang, untuk mengawal jalannya revitalisasi. Tujuannya supaya seluruh pekerjaan tetap sesuai kaidah pelestarian tanpa mengubah keaslian bangunan.

Target Akhir: Ruang Publik Edukatif

Selama ini area dalam bastion belum sepenuhnya bisa diakses masyarakat. Lewat proyek ini, kawasan tersebut ditata agar bisa dibuka sebagai ruang wisata sejarah yang edukatif. Dinas Kebudayaan Palembang bahkan sudah menyelesaikan dokumen Detail Engineering Design (DED) sebagai acuan teknis penataan kawasan.

Prinsip Kehati-hatian

Karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya, seluruh tahapan pengerjaan wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sinergi antara Kodam II/Sriwijaya, Pemkot Palembang, dan para ahli pelestarian diharapkan bisa menghadirkan wajah baru BKB tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

Ke depan, BKB diharapkan tidak cuma jadi simbol kebanggaan warga Palembang, tapi juga destinasi wisata sejarah unggulan yang menggerakkan ekonomi daerah.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: sibersumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top