PALEMBANG — Pengeboran Sumur LBK-031 rampung dalam 52 hari, terhitung sejak 9 Mei hingga 29 Juni 2026. General Manager Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 Djudjuwanto menegaskan, sumur infill ini merupakan yang kelima dikembangkan di Struktur Lembak setelah penemuan sumur interfield LKT-01.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa lapangan mature masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan optimalisasi yang berkelanjutan,” kata Djudjuwanto dalam keterangan resmi, Kamis.
Agar target pengeboran lebih presisi, tim subsurface Pertamina mengaplikasikan High Resolution Stratigraphic Mapping. Metode ini memetakan lapisan batuan bawah permukaan secara detail untuk mengidentifikasi hidrokarbon pada endapan syn-rift di atas batuan dasar.
Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan memaksimalkan cadangan yang tersisa di reservoir tanpa perlu membuka wilayah kerja baru. Sepanjang proses pengeboran, tidak tercatat kecelakaan kerja berkat penerapan aspek kesehatan, keselamatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan (HSSE).
Pertamina EP Prabumulih Field juga sukses mengembangkan Sumur LBK-030 yang mencatat potensi produksi awal lebih tinggi, yakni 3.073 BOPD dan gas 1,64 MMSCFD. Rencana selanjutnya, perusahaan akan mengebor Sumur LKT-023 pada triwulan ketiga 2026.
Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah mengatakan, pihaknya akan terus menjalankan strategi menjaga produksi migas. Optimasi sumur, well service terjadwal, dan pemantauan performa produksi secara berkelanjutan menjadi prioritas.
“Strategi ini guna menekan laju penurunan produksi alamiah (natural decline) seminimal mungkin. Dengan begitu, keberhasilan Sumur LBK-031 diharapkan mampu menstabilkan, bahkan meningkatkan, capaian produksi migas,” ujar Luthfi.
Sumur LBK-031 berada di timur laut Kota Prabumulih yang masuk wilayah Kabupaten Muara Enim. Posisinya strategis, terletak di antara Struktur Lembak dan Tapus, hasil identifikasi tim Subsurface and Development Planning (SSDP) Zona 4.