PALEMBANG — Modus penipuan yang mengatasnamakan petugas bank kembali memakan korban di Sumatera Selatan. Seorang pria berinisial JH (40), warga Jalan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, kehilangan uang hampir Rp10 juta setelah terjebak skema pembocoran kode OTP.
Korban melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Kamis (24/7/2026). Ia mengaku menerima telepon dari nomor 0810530290785 sehari sebelumnya, sekitar pukul 12.00 WIB.
Pelaku menghubungi JH dengan berpura-pura menjadi analis kartu kredit dari sebuah bank swasta. Ia menawarkan penghapusan biaya tahunan (annual fee) sekaligus peningkatan limit kartu kredit korban.
“Pelaku berbicara sangat meyakinkan. Dia mengaku dari pihak bank swasta dan menawarkan pembebasan annual fee serta peningkatan limit kartu kredit,” ujar JH dalam laporannya.
Agar proses itu bisa berjalan, pelaku meminta korban menyebutkan kode OTP yang diterima melalui SMS. Dalihnya, kode itu hanya untuk verifikasi dan aktivasi layanan.
“Katanya kode OTP hanya untuk proses verifikasi. Karena percaya, saya langsung memberikannya,” ungkap JH.
Tidak lama setelah JH memberikan kode rahasia tersebut, ponselnya menerima notifikasi dari layanan Halo BCA. Isinya: telah terjadi transaksi pada kartu kreditnya senilai Rp9,9 juta.
“Saya langsung panik begitu menerima SMS itu. Saat itulah saya sadar telah menjadi korban penipuan,” katanya.
Korban segera menghubungi Halo BCA untuk memblokir kartu kreditnya agar tidak terjadi transaksi lanjutan. “Saya langsung meminta kartu kredit diblokir supaya pelaku tidak bisa melakukan transaksi lagi,” jelasnya.
Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Adityan Ammar Syahputra, membenarkan bahwa laporan korban sudah diterima. “Laporan korban sudah kami terima dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu identitas pelaku yang menggunakan nomor telepon 0810530290785. JH berharap pelaku segera ditangkap dan kerugiannya bisa diproses secara hukum.