IHSG Sumsel Ikuti Tren Positif Bursa Asia, Dibuka Menguat 12,14 Poin ke 6.346,62

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06:01 WIB
IHSG Sumsel dibuka menguat 12,14 poin ke level 6.346,62 pada perdagangan Kamis, mengikuti tren positif bursa Asia.

PALEMBANG — IHSG mengawali perdagangan Kamis di zona hijau, didorong oleh penguatan indeks bursa regional seperti Nikkei yang naik 0,56 persen, Hang Seng menguat 1,16 persen, dan Kospi melesat 2,18 persen. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut naik tipis 0,81 poin (0,13 persen) ke posisi 633,36.

Level Support dan Resistance yang Perlu Dicermati

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka selama indeks bertahan di atas area support 6.284-6.260. Jika mampu menembus resistance 6.377, potensi kenaikan bisa berlanjut menuju 6.398 hingga 6.459.

"Sebaliknya, apabila kembali gagal menembus resistance, IHSG berpotensi mengalami pullback sehat dengan support terdekat di 6.284-6.260, kemudian 6.231," ujar Liza dalam kajiannya, Kamis.

Saham Teknologi dan Geopolitik Bayangi Pasar

Dari mancanegara, investor masih menanti panduan belanja modal (capex) Alphabet yang disebut bisa meningkat hingga 190-200 miliar dolar AS pada 2026, seiring permintaan kecerdasan buatan (AI) yang tinggi. Namun, kekhawatiran atas besarnya investasi AI dan ketidakpastian waktu pengembalian modal membuat saham semikonduktor terkoreksi tajam lebih dari 20 persen dari puncaknya.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur strategis Iran. Iran pun membalas dengan ancaman terhadap fasilitas energi yang berkepentingan AS. Meski ada usulan gencatan senjata 10 hari melalui mediator internasional, gangguan distribusi energi global di Selat Hormuz dan Laut Merah masih membayangi.

BI Tahan Suku Bunga, Perkuat Insentif Asing

Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Sebagai gantinya, BI memperkuat insentif investasi portofolio asing untuk menjaga stabilitas rupiah tanpa menaikkan biaya pendanaan domestik. Langkah ini mencakup kenaikan insentif Swap Jual Lindung Nilai dari 10 persen menjadi 12,5 persen, serta tambahan insentif untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT).

Pada perdagangan sebelumnya, bursa Eropa kompak menguat dengan FTSE 100 Inggris naik 1,24 persen, sementara Wall Street justru melemah. Indeks S&P 500 turun 0,10 persen dan Nasdaq Composite melemah 0,60 persen.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top