PALEMBANG — Optimisme di kalangan investor kripto kembali menguat setelah harga Bitcoin sukses bertahan di atas level US$60.000 sepanjang Juli 2026. Kemampuan bertahan di zona psikologis ini menjadi sinyal awal yang ditunggu para pelaku pasar.
Analis teknikal Crypto Patel menjadi salah satu pihak yang paling vokal dalam membaca pola ini. Melalui analisis grafik multi-tahun, Patel membandingkan pergerakan Bitcoin saat ini dengan fase akumulasi emas sebelum reli besar satu dekade lalu.
Patel melihat kedua aset memiliki karakteristik serupa: fase akumulasi panjang, pembentukan tren naik bertahap, dan pengujian area resistance utama. Menurutnya, Bitcoin saat ini berada di titik yang hampir identik dengan fase yang pernah dialami emas sebelum breakout eksponensial.
“Apabila pola tersebut kembali terulang, aset kripto terbesar di dunia itu diperkirakan dapat memasuki fase kenaikan parabola dalam beberapa kuartal mendatang,” ujar Patel dalam analisisnya.
Patel memproyeksikan harga Bitcoin berpotensi menembus US$800.000 pada September 2027 apabila breakout terhadap resistance utama berhasil dikonfirmasi. Target ini memang tergolong ambisius di tengah volatilitas pasar kripto.
Salah satu faktor yang mendasari optimisme ini adalah kemampuan Bitcoin mempertahankan area support penting di kisaran US$55.000 hingga US$60.000. Level tersebut telah beberapa kali diuji selama fase koreksi sebelumnya, namun tekanan jual selalu berhasil diserap oleh pembeli.
Dalam analisis teknikal, kemampuan harga bertahan di area support yang kuat sering menjadi indikasi bahwa investor jangka panjang masih melakukan akumulasi. Kondisi ini berbeda dengan fase distribusi, ketika harga cenderung gagal mempertahankan level penting dan terus membentuk titik terendah baru.
Di tengah meningkatnya minat terhadap aset kripto, investor juga mulai mencari platform perdagangan dengan USDT spread rendah agar biaya transaksi lebih efisien saat melakukan akumulasi. Ekosistem aset digital semakin luas penggunaannya, termasuk untuk transaksi lintas negara melalui layanan remittance berbasis blockchain.
Melalui aplikasi seperti Pintu, pengguna dapat membeli Bitcoin, Ethereum, dan ratusan aset kripto lainnya mulai dari Rp11.000. Platform ini juga menyediakan fitur trading lanjutan melalui Pintu Pro dengan spread kompetitif untuk efisiensi aktivitas investasi.