PALEMBANG — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah provinsi Sumatra masih bertahan di level tinggi pada pekan ketiga Juli 2026. Untuk tanaman usia 10–20 tahun, harga tertinggi tercatat di Sumatera Barat dengan kisaran Rp3.959 per kilogram, disusul Sumatera Utara yang mencapai Rp3.925 per kilogram pada periode 15–21 Juli 2026.
Sementara itu, di Sumatera Selatan, harga TBS untuk periode II Juli 2026 ditetapkan sebesar Rp3.846,77 per kilogram untuk tanaman usia produktif yang sama. Di Riau, harga TBS petani mitra usia 9–20 tahun pada periode 13–19 Juli 2026 berada di kisaran Rp3.890 per kilogram. Secara umum, harga TBS di seluruh Sumatra bergerak dalam rentang Rp3.800 hingga Rp3.900-an per kilogram.
Perbedaan harga yang terjadi antarprovinsi bukan tanpa alasan. Masing-masing provinsi memiliki kewenangan untuk menetapkan harga sendiri melalui tim penetapan harga daerah, dengan periode berlaku yang tidak selalu seragam. Misalnya, Sumatera Utara menggunakan periode 15–21 Juli 2026, sementara Riau menetapkan periode 13–19 Juli 2026. Hal ini menyebabkan perbandingan harga antarwilayah tidak bisa dilakukan secara langsung tanpa mempertimbangkan rentang waktu tersebut.
Untuk petani sawit di Sumatera Selatan, harga Rp3.846,77 per kilogram pada periode II Juli 2026 masih tergolong menguntungkan. Angka ini menunjukkan tren harga yang stabil di atas level psikologis Rp3.800 per kilogram. Pemerintah provinsi melalui dinas terkait terus memantau pergerakan harga agar tetap menguntungkan petani sekaligus kompetitif di tingkat regional.
Harga TBS di Sumsel untuk tanaman usia 10–20 tahun ini menjadi acuan utama bagi petani mitra maupun petani swadaya di kabupaten-kabupaten sentra sawit seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.
Dengan rentang harga yang tipis antarprovinsi, daya saing TBS asal Sumsel masih cukup baik di pasar Sumatra. Petani diimbau untuk terus memantau jadwal penetapan harga resmi dari dinas perkebunan setempat agar tidak ketinggalan informasi.