PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya sinergi antara Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam pengembangan pendidikan vokasi. Ia menginstruksikan agar kurikulum dan program studi di Polsri diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri dan potensi ekonomi lokal.
“Saya ini pemimpin daerah sekaligus pemimpin masyarakat. Karena itu saya berharap komunikasi terus diperbaiki sehingga saya dapat mendengar langsung perkembangan dan kebutuhan Polsri,” ujar Herman Deru di Ruang Tamu Gubernur Sumsel.
Menurutnya, koordinasi yang lebih intensif antara Polsri dan Pemprov menjadi kunci dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel untuk memperkuat hubungan dengan Polsri, terutama dalam menyiapkan lulusan SMK.
“Kadisdik harus lebih intens. Kita ingin lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Jika ingin melanjutkan kuliah, peluangnya juga harus tersedia melalui pendidikan vokasi yang berkualitas,” tegasnya.
Herman Deru menilai lulusan SMK harus memiliki pilihan yang lebih luas, baik langsung masuk dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang diploma. Sinkronisasi ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan tenaga terampil di Sumsel.
Gubernur juga menyoroti program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan praktik industri yang dijalankan mahasiswa. Ia meminta agar kegiatan tersebut disesuaikan dengan potensi daerah, sehingga mahasiswa bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumsel.
“Ke depan harus disesuaikan dengan potensi Sumsel. Melalui KKL dan kegiatan lapangan lainnya, mahasiswa dapat berkontribusi sekaligus memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polsri Irawan Rusnadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur. Ia menjelaskan bahwa institusinya saat ini memiliki 10 jurusan dengan berbagai program studi vokasi. Sejak 1998, Polsri telah berdiri secara mandiri, terpisah dari Universitas Sriwijaya.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dalam mencetak sumber daya manusia unggul guna mendukung pembangunan Sumatera Selatan.