Pemerintah China Tetapkan Standar Keselamatan EV Baru per Juli 2026, Biaya Produksi Berpotensi Naik

Penulis: Faisal Zuber  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 00:14:02 WIB
Pemerintah China menetapkan standar keselamatan baru untuk kendaraan listrik mulai Juli 2026.

SUMATERA SELATAN — Melansir dari CarNewsChina, dua standar baru tersebut adalah Safety Requirements for Electric Vehicles (GB18384—2025) dan Safety Requirements for Power Batteries of Electric Vehicles (GB38031—2025). Aturan ini berlaku untuk seluruh kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) yang beredar di China.

Baterai Wajib Tahan Api dan Lolos Uji Benturan Bawah Kendaraan

Salah satu perubahan paling signifikan ada pada persyaratan keselamatan termal baterai. Jika sebelumnya produsen cukup memberikan peringatan lima menit sebelum kebakaran terjadi, aturan baru mewajibkan baterai tidak mengalami kebakaran maupun ledakan selama pengujian. Baterai juga harus tetap memberikan sinyal peringatan kepada pengguna, dan asap yang dihasilkan tidak boleh membahayakan penumpang.

Pemerintah China juga memperkenalkan uji benturan bagian bawah kendaraan untuk mengukur ketahanan baterai terhadap benturan dari bawah bodi. Selain itu, baterai wajib aman setelah menjalani 300 siklus pengisian cepat dan lolos pengujian korsleting eksternal.

Fitur One-Touch Power Cut-off Jadi Wajib

Di tingkat kendaraan, standar baru mewajibkan penggunaan mekanisme fisik one-touch power cut-off. Fitur ini memungkinkan pengemudi atau petugas penyelamat memutus aliran listrik tegangan tinggi hanya dengan satu tindakan. Aturan ini menggantikan pendekatan lama yang lebih bergantung pada sistem perangkat lunak.

Biaya Produksi Tertekan, Perang Harga Berpotensi Berakhir

Menurut analis industri yang dikutip Economic Information, persyaratan yang lebih ketat berpotensi menekan biaya produksi baterai daya ke atas. Produsen harus memperkuat struktur kendaraan, meningkatkan perlindungan baterai, dan menjalani proses pengujian yang lebih kompleks. Dampaknya akan terasa pada biaya pengembangan model baru yang diluncurkan setelah Juli 2026.

Selama beberapa tahun terakhir, perang harga menjadi ciri utama industri EV China. Produsen saling banting harga demi pangsa pasar. Dengan standar keselamatan yang lebih tinggi, dinamika itu berpotensi berubah. Produsen tidak lagi hanya dituntut menghadirkan harga kompetitif, tetapi juga harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.

Regulasi Makin Ketat, Fokus Industri Bergeser ke Kualitas

Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah China dalam mengembangkan industri kendaraan listrik. Jika sebelumnya fokus utama adalah percepatan pasar dan volume penjualan, kini keselamatan menjadi prioritas. Otoritas terkait juga menerbitkan standar baru untuk detektor kebakaran kendaraan yang fokus pada sistem peringatan dini thermal runaway pada baterai.

Data Asosiasi Produsen Otomotif China (CAAM) mencatat produksi dan penjualan NEV masing-masing mencapai 1,554 juta unit dan 1,496 juta unit pada Mei 2026. Jumlah kendaraan energi baru yang beredar di China telah mencapai 43,97 juta unit pada akhir 2025. Dengan basis kendaraan sebesar itu, standar keselamatan yang lebih ketat dinilai menjadi langkah logis untuk melindungi konsumen.

Analis memperkirakan industri EV China akan memasuki fase baru, di mana harga murah tidak lagi menjadi senjata utama. Produsen diprediksi akan mengalokasikan investasi lebih besar pada teknologi keselamatan dan pengembangan baterai.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top