PALEMBANG — Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera mencatat sebagian besar titik api di Sumsel terjadi di lahan mineral. Kebakaran di lahan gambut hanya ditemukan di satu lokasi, yakni Kabupaten Muara Enim, dengan luas 1,1 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan data luas karhutla tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring pembaruan analisis citra satelit.
"Total luas karhutla yang teridentifikasi mencapai 305,4 hektare. Sebagian besar terjadi di lahan mineral, sementara lahan gambut yang terbakar hanya sekitar 1,1 hektare dan berada di Kabupaten Muara Enim," ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi), karhutla sepanjang tahun ini tersebar di 12 kabupaten dan kota. Tiga wilayah dengan luasan di atas 50 hektare adalah Muara Enim, Muratara, dan OKU.
Wilayah lain yang terdampak cukup luas antara lain Kabupaten Musi Banyuasin seluas 36,4 hektare, Ogan Ilir dan OKU Selatan masing-masing 27,5 hektare, serta OKI dengan 23,1 hektare. Kebakaran juga terjadi di Banyuasin (9,4 hektare), Lahat (6 hektare), PALI (5,9 hektare), Prabumulih (4,8 hektare), dan OKU Timur (1,9 hektare).
Di sisi lain, lima daerah di Sumatera Selatan belum mencatatkan satu pun kejadian karhutla hingga Mei 2026. Kelima wilayah tersebut adalah Kota Palembang, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagar Alam.
Meskipun meningkat drastis dibandingkan tahun 2025 yang hanya 43,1 hektare, angka karhutla tahun ini masih jauh lebih rendah dibandingkan periode puncak pada 2022 dan 2023. Pada Januari-Mei 2023, luas lahan terbakar mencapai 1.046 hektare, sementara pada tahun 2022 mencapai 1.977 hektare. Pada periode yang sama tahun 2024, luas karhutla tercatat 184,1 hektare.
Pemerintah bersama instansi terkait terus memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau guna menekan risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.