SUMATERA SELATAN — Tim putri UPH lebih dulu menelan pil pahit setelah dihajar Universitas Surabaya (Ubaya) dengan skor telak 50-80. Kekalahan ini langsung memupus harapan tuan rumah untuk melaju ke partai puncak. Sore harinya, tim putra UPH menyusul langkah tim putri usai dikalahkan Institut Perbanas lewat pertarungan sengit 50-59.
Semifinal kali ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai universitas. UPH yang bertindak sebagai tuan rumah sejatinya diuntungkan dengan bermain di kandang sendiri. Namun, tekanan dari ratusan suporter yang memadati arena tak cukup membuat lawan gentar.
Suporter UPH datang berbondong-bondong, bukan hanya mahasiswa, tetapi juga orang tua dan keluarga besar kampus. Pekikan "Go go go UPH!" dan "Defend, defend!" menggema tanpa henti di sepanjang laga. Atmosfer panas itu justru gagal membakar performa para pemain di lapangan.
Tim putri UPH tak mampu berbuat banyak menghadapi agresivitas Ubaya. Selisih 30 poin menjadi bukti betapa dominannya tim tamu. Sementara di sektor putra, perlawanan sengit sempat tersaji, tetapi Institut Perbanas lebih tenang di momen krusial hingga menutup laga dengan keunggulan sembilan angka.
Saat sirene panjang berbunyi, GOR yang sebelumnya bergemuruh langsung hening. Tepuk tangan dari tribun tetap mengalir sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet yang telah menjaga kehormatan almamater.
UPH masih memiliki satu kesempatan untuk mengakhiri turnamen dengan manis. Tim putri akan berhadapan dengan UKSW, sementara tim putra siap menantang Ubaya pada perebutan posisi ketiga, Sabtu (13/6). Laga final tetap akan digelar di lokasi yang sama, meski tanpa partisipasi tuan rumah.
Padahal, andai kemenangan berhasil diraih, GOR UPH dipastikan kembali tumpah ruah untuk final. Takdir berkata lain, sang elang harus gigit jari dan melihat rivalnya berebut trofi di rumah sendiri.