Pegadaian Resmi Masuk Pasar Modal, Siapkan ETF Emas dan Bullion Bank RI pada Semester II 2026

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 18:18:01 WIB
PT Pegadaian resmi menjadi Pemegang Rekening KSEI sebagai langkah masuk pasar modal Indonesia.

SUMATERA SELATAN — PT Pegadaian dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jumat (12/6). Kesepakatan ini menandai bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI, sekaligus menjadi infrastruktur kunci bagi penerapan EGR dan ETF Emas di Indonesia.

Acara penandatanganan disaksikan langsung oleh Kepala Departemen Perizinan Kelembagaan dan Profesi Pelaku OJK Ridwan, jajaran direksi BEI, KPEI, KSEI, serta perwakilan asosiasi pasar modal. Sebelumnya, pada 27 April 2026, OJK telah menyetujui permohonan Pegadaian untuk menjadi Pemegang Rekening KSEI.

Emas Fisik Jadi Jaminan, Investor Bisa Transaksi di Bursa

Dengan status barunya, Pegadaian kini memiliki kewenangan untuk mencatatkan EGR secara langsung ke dalam sistem C-BEST milik KSEI. EGR adalah bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik. Emas fisik tersebut diperdagangkan, disimpan, dan diadministrasikan oleh Pegadaian yang telah mengantongi izin sebagai penyelenggara kegiatan usaha bullion dari OJK.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti mengatakan langkah ini merupakan respons nyata untuk mendukung penguatan ekosistem Bullion Bank di Indonesia. Meski instrumen ini tergolong baru di tanah air, skema serupa telah berkembang pesat di bursa global, terutama di Amerika Serikat yang menjadi pemegang porsi ETF Emas terbesar di dunia.

"Sinergi antara Pegadaian dan KSEI ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi, tetapi juga menyiapkan infrastruktur kokoh bagi ekosistem bullion Indonesia untuk melebur ke dalam pasar modal global," ujar Selfie. Ia menambahkan, setiap gram emas digital yang ditransaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas Pegadaian.

KSEI: Produk Ini Hubungkan Emas dengan Pasar Modal Modern

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan, bergabungnya Pegadaian menjadi langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas. "Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur KSEI," kata Samsul.

Dengan bergabungnya Pegadaian, total Pemegang Rekening KSEI pada 2026 bertambah menjadi 124. Penambahan ini berdampak positif pada pendalaman pasar modal dan penguatan ekosistem keuangan nasional, termasuk potensi peningkatan total aset yang dikelola serta likuiditas di pasar modal Indonesia. KSEI pun terus mengembangkan kapasitas sistem digitalnya untuk mengakomodasi dinamika pasar ke depan.

Sebagai Pemegang Rekening KSEI dan Bullion Bank, Pegadaian juga berpeluang mengoptimalkan perannya melalui aktivitas pinjam meminjam efek. Hal ini tidak hanya mendukung pengembangan pasar modal, tetapi juga memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang likuid dan terpercaya di Indonesia.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top