PALEMBANG — Proses penjaringan dan evaluasi yang berlangsung sejak Musyawarah Cabang (Muscab) hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) akhirnya rampung. Ketua DPW PKB Sumsel H Nasrul Halim, yang mendampingi Abdul Halim Iskandar saat pengumuman, menyatakan pergantian dan penyegaran kepengurusan merupakan langkah konsolidasi menghadapi agenda politik mendatang.
Nasrul Halim, anggota DPRD Sumsel, mengakui beberapa DPC mendapat evaluasi khusus dari DPP karena dinilai belum menunjukkan kinerja optimal. “Ini dilakukan karena kinerja organisasi perlu diperbaiki sehingga diperlukan penyegaran kepengurusan,” ujarnya.
Ia menegaskan proses penetapan KSB berlangsung tanpa gejolak. Seluruh kandidat telah mengikuti tahapan organisasi secara lengkap, mulai dari Muscab hingga UKK, sebelum keputusan akhir diambil oleh DPP.
DPP memberikan tenggat waktu ketat kepada para pengurus yang baru ditetapkan. Dalam dua hari ke depan, seluruh KSB diminta segera menyusun struktur kepengurusan lengkap. “Proses penyusunan akan diawasi oleh DPP dan DPW,” tegas Nasrul.
Pelantikan pengurus DPC PKB se-Sumsel dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026 di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB.
Nasrul menekankan keputusan DPP ini menjadi titik awal konsolidasi besar PKB di Sumsel untuk menghadapi Pemilu 2029. “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh KSB yang telah ditetapkan. Saatnya bekerja membesarkan PKB dan menyiapkan kemenangan pada agenda politik 2029,” pungkasnya.
Pengumuman penetapan KSB DPC PKB se-Sumsel turut dihadiri Sekretaris DPW PKB Sumsel Sutami Ismail dan Bendahara DPW PKB Sumsel Zarkasih di Jakarta.