Festival Ekonomi Syariah Sumatera 2026 Ditutup, BI Catat Ribuan Peserta dan Transaksi UMKM Halal Membludak

Penulis: Faisal Zuber  •  Senin, 08 Juni 2026 | 16:17:31 WIB
Ribuan peserta meramaikan Festival Ekonomi Syariah Sumatera 2026 di Palembang.

PALEMBANG — FESyar Sumatera 2026 yang berlangsung sejak Jumat (5/6) mencatatkan partisipasi aktif dari pelaku UMKM halal, pesantren, hingga nazhir wakaf. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pameran, melainkan wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif.

"FESyar merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujar Bambang dalam sambutan penutupan, Minggu.

UMKM Halal dan Pesantren Jadi Motor Utama

Sepanjang tiga hari, kegiatan terbagi dalam tiga pilar: Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum. Di pilar pameran, Halal Mart menjadi primadona dengan puluhan stan produk makanan, fesyen, dan kerajinan bersertifikat halal. Sementara itu, pilar pendidikan menghadirkan seminar dan lokakarya yang menyasar peningkatan literasi ekonomi syariah bagi masyarakat umum dan pelaku usaha kecil.

Program pemberdayaan pesantren juga mendapat perhatian khusus. BI bersama KDEKS (Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah) menggelar pelatihan dan sertifikasi nazhir wakaf, serta Training of Trainers bagi dai dan content creator ekonomi syariah. "Penguatan UMKM halal, pemberdayaan pesantren, optimalisasi ZISWAF hingga Gerakan Sadar Wakaf melalui FESyar Zawa Run Sumatera merupakan bentuk nyata upaya bersama," tambah Bambang.

Transaksi dan Kompetisi Meriahkan Hari Terakhir

Pada hari penutupan, antusiasme pengunjung masih tinggi. Selain belanja produk UMKM, pengunjung juga menyaksikan final Halal Chef Competition dan Modest Fashion Designer Competition. Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN) dan Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah turut menyedot perhatian generasi muda. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Daerah, Basyaruddin Akhmad, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Palembang sebagai tuan rumah.

"FESyar telah menjadi wadah yang efektif dalam meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, memperkenalkan produk halal unggulan daerah, memperkuat jejaring antarpelaku usaha, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, regulator, akademisi, komunitas, dan masyarakat," kata Basyaruddin.

Target Berkelanjutan Pasca-Festival

BI Sumsel berharap semangat sinergi yang terbangun selama FESyar tidak berhenti di Palembang. Berbagai program seperti optimalisasi dana ZISWAF dan pendampingan UMKM halal akan terus dijalankan di masing-masing daerah. "Kami berharap semangat sinergi yang telah terbangun selama FESyar dapat terus berlanjut dan diwujudkan dalam berbagai program nyata di daerah," pungkas Bambang. Dengan berakhirnya FESyar Sumatera 2026, fokus selanjutnya adalah memastikan hasil kolaborasi ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi syariah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: divianews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top