Kilang Plaju Raih Gold Award di Thailand Berkat Program Ubah Eceng Gondok Jadi Produk Ekonomis

Penulis: Faisal Zuber  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 19:15:31 WIB
Kilang Plaju menerima Gold Award di Thailand atas inovasi pengolahan eceng gondok menjadi produk ekonomis.

PALEMBANG — Eceng gondok yang selama ini dianggap gulma perairan dan kerap menjadi masalah lingkungan di sekitar wilayah operasional Kilang Plaju, kini berubah menjadi sumber penghasilan baru bagi warga. Program yang mengusung pendekatan ekonomi sirkular ini sukses mengantarkan perusahaan meraih penghargaan tingkat internasional.

Penghargaan emas tersebut diterima dalam gelaran The 18th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards 2026 yang berlangsung di Thailand. Ajang itu diselenggarakan oleh The Pinnacle Group International bersama Sustainable Technology Centre yang berbasis di Singapura, dan diikuti berbagai perusahaan serta organisasi dari sejumlah negara.

Dari Gulma yang Dibuang Jadi Produk Bernilai Jual

Sebelum program ini berjalan, eceng gondok yang memenuhi perairan di kawasan Talang Putri, Kecamatan Plaju, hanya dibersihkan lalu dibuang. Cara tersebut justru menambah volume limbah organik tanpa memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Pertamina Patria Niaga, Siti Fauzia, mengatakan perusahaan kemudian mengubah pendekatan tersebut dengan melibatkan kelompok masyarakat Ankubas. "Program ini tidak hanya berfokus pada pengendalian ekosistem perairan dari invasi eceng gondok, melainkan menciptakan sistem ekonomi sirkular yang inklusif," ujarnya, Kamis (4/6/2026).

Melalui pendampingan berkelanjutan, kelompok Ankubas kini mampu mengolah biomassa eceng gondok menjadi sejumlah produk inovatif. Mulai dari pengharum ruangan (air freshener block), bio pot, hingga oil absorbent yang memiliki potensi pasar cukup menjanjikan.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi Berjalan Beriringan

Fauzia menjelaskan bahwa inovasi pengolahan eceng gondok ini juga berkontribusi menekan emisi metana yang biasanya dihasilkan dari pembusukan tanaman tersebut di perairan. Dengan kata lain, program ini menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus menghidupkan peluang usaha baru bagi warga.

Perusahaan tidak hanya berhenti pada produksi barang. Sepanjang tahun 2026, Kilang Plaju bersama kelompok Ankubas telah menyusun peta jalan pengembangan program yang lebih komprehensif. Salah satu agenda utamanya adalah melakukan riset dan uji keamanan produk, pengurusan izin edar, serta fasilitasi verifikasi lapangan bersama instansi terkait untuk memperoleh sertifikasi resmi dari Kementerian Kesehatan.

Sertifikasi Kemenkes Targetkan Produk Tembus Ritel Modern

Langkah sertifikasi tersebut dinilai penting agar produk olahan eceng gondok memenuhi standar keamanan konsumen dan memiliki peluang lebih besar masuk ke pasar ritel modern. Dengan begitu, pendapatan masyarakat yang terlibat dalam program diharapkan meningkat secara signifikan.

Fauzia menambahkan, perusahaan berkomitmen penuh terhadap implementasi aspek ESG di seluruh wilayah operasional. "Melalui pengelolaan lingkungan sirkular dan pemberdayaan ekonomi, kami ingin menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak selalu menjadi beban, melainkan dapat diubah menjadi peluang apabila dikelola secara kreatif dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama," ujarnya.

Keberhasilan program eceng gondok ini dinilai dapat menjadi model percontohan implementasi CSR dan ESG yang berkelanjutan. Integrasi antara pengelolaan lingkungan, inovasi produk, pemenuhan regulasi kesehatan, dan aspek keselamatan kerja menjadi kunci utama yang diusung Kilang Plaju.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: sumselindependen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top