PALEMBANG — Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian Djajadi menyampaikan bahwa Pancasila adalah jangkar moral bangsa yang relevan di tengah berbagai tantangan zaman. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah forum internal kepolisian di Palembang, belum lama ini.
Menurut Andi, nilai-nilai Pancasila harus dihidupkan dalam tindakan nyata, bukan hanya dihafalkan. Ia menekankan bahwa ideologi negara ini menjadi filter dalam menghadapi arus informasi dan pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat.
Andi Rian Djajadi menilai bahwa saat ini banyak tantangan yang menguji ketahanan moral dan ideologi bangsa. Mulai dari hoaks, ujaran kebencian, hingga radikalisme disebut sebagai ancaman yang bisa terkikis jika Pancasila benar-benar diamalkan.
"Pancasila adalah jangkar moral bangsa di tengah tantangan zaman," ujar Kapolda dalam kesempatan tersebut.
Dalam paparannya, Andi mengingatkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni jangan hanya dimaknai sebagai seremoni. Substansi nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila, menurut dia, harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Ia juga mendorong seluruh jajaran Polda Sumsel untuk menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila. "Ini bukan hanya tugas guru atau tokoh agama, tapi juga tugas kita semua, termasuk polisi," kata Andi.
Pernyataan Kapolda ini menjadi pengingat bagi masyarakat Sumatera Selatan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap relevan di era digital. Di tengah maraknya konten negatif di media sosial, penguatan ideologi Pancasila diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi generasi muda.
Polda Sumsel sendiri rutin menggelar kegiatan pembinaan mental dan ideologi bagi personelnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme anggota kepolisian di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Sumsel belum merinci program khusus terkait pengamalan Pancasila ke masyarakat. Namun, pernyataan Kapolda menjadi sinyal bahwa isu ideologi kembali menjadi perhatian serius institusi kepolisian di Sumatera Selatan.