PAGARALAM — Lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pagaralam akhirnya mendapat respons cepat. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggelontorkan tambahan pasokan Pertalite sebesar 16 persen untuk mengatasi kepadatan.
Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengonfirmasi bahwa stok BBM secara keseluruhan dalam kondisi aman. Penambahan ini merupakan langkah antisipatif menyusul meningkatnya kebutuhan energi masyarakat yang memicu antrean di beberapa titik SPBU.
Menurut Rusminto, peningkatan konsumsi BBM masyarakat menjadi pemicu utama terjadinya antrean. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa distribusi tidak terhambat oleh masalah pasokan, melainkan lebih pada pola konsumsi yang meningkat drastis dalam waktu singkat.
“Peningkatan konsumsi BBM masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya antrean di sejumlah SPBU di Kota Pagaralam. Meski demikian, stok BBM dalam kondisi aman dan Pertamina telah melakukan penambahan penyaluran Pertalite sekitar 16 persen,” ujar Rusminto dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Tak hanya menambah pasokan, Pertamina juga menginstruksikan seluruh SPBU di Pagaralam untuk menyiagakan petugas marshall. Tugas mereka adalah mengatur antrean kendaraan agar tidak meluber ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas umum.
“Pengaturan antrean dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” jelas Rusminto.
Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kepadatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan di sekitar SPBU, terutama pada jam-jam sibuk.
Pertamina memastikan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pagaralam dan berbagai pihak terkait. Tujuannya untuk memantau kondisi penyaluran BBM secara berkala dan mempercepat pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan hanya melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU maupun Pertashop. Pertamina juga membuka akses informasi melalui Pertamina Contact Center 135 atau aplikasi MyPertamina bagi warga yang membutuhkan data terkait produk dan layanan.
Dengan tambahan pasokan dan pengawasan distribusi yang diperketat, Pertamina optimistis kebutuhan energi warga Pagaralam tetap terpenuhi dan kondisi antrean di SPBU dapat kembali normal dalam waktu dekat.