CEO Take-Two Sindir Mantan Karyawan Rockstar yang Gagal Tiru Sukses GTA, Les Benzies Kena Getahnya

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 20:11:01 WIB
CEO Take-Two menegaskan bahwa teknologi AI bukan jaminan keberhasilan dalam industri game.

Pernyataan Zelnick muncul saat ia merespons spekulasi soal kecerdasan buatan yang disebut-sebut bisa membuat tim kecil menghasilkan game sebesar GTA. Ia menolak argumen itu mentah-mentah.

"Membuat hit justru semakin sulit seiring industri hiburan matang. Saya tidak percaya kemajuan teknologi memberi keunggulan khusus bagi siapa pun," ujar Zelnick dalam pertemuan dengan investor, dikutip dari kanal YouTube FunThere.

Ia menekankan bahwa AI hanyalah alat yang tersedia untuk semua orang. "Tunjukkan satu perusahaan AI yang menawarkan layanan eksklusif. Tidak ada. Ketika eksekutif itu punya tombol, saya juga punya tombol yang sama," tambahnya.

Tamparan untuk Sang Legenda Rockstar

Bagian paling tajam dari pernyataan Zelnick adalah sindiran langsung ke studio-studio lain. "Orang-orang di Rockstar tampaknya mampu membuat hit besar. Banyak yang sudah mencoba—termasuk mantan karyawan Rockstar—dan sejauh ini mereka belum berhasil," katanya.

Meski tidak menyebut nama, sulit membayangkan target lain selain Leslie Benzies, mantan presiden Rockstar North yang memimpin pengembangan GTA V dan seri Red Dead Redemption. Studio milik Benzies, Build a Rocket Boy, baru saja merilis MindsEye—game pertama mereka setelah ia hengkang dari Rockstar pada 2016.

Alih-alih sukses, MindsEye justru dihujani kritik. Yang lebih buruk, studio itu malah merilis DLC yang isinya curhat soal "saboteur internal" yang katanya menyebabkan game mereka gagal. DLC itu, menurut banyak pengulas, juga tidak bagus.

"Kami Selalu Berlari Ketakutan"

Meski percaya diri, Zelnick mengingatkan bahwa posisi Rockstar tidak aman selamanya. "Bukan berarti mereka tidak bisa sukses di masa depan. Kami selalu berlari ketakutan," katanya.

Ia justru melihat faktor manusia sebagai penentu, bukan teknologi. "Yang akan mengubah segalanya adalah ketika individu-individu kreatif luar biasa muncul dan melakukan sesuatu yang mencengangkan. Tugas kami adalah membuat mereka bekerja dalam sistem Take-Two. Jika gagal, kami gagal."

Pernyataan ini menjadi pengingat pahit bagi industri: bahwa meninggalkan rumah bukan jaminan bisa membangun istana. Bahkan legenda sekalipun harus membuktikan diri dari awal. GTA 6 yang tengah digarap Rockstar masih menjadi tandingan paling berat yang belum ada lawannya.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top