Dari Le Fée ke Xhaka: Bagaimana Satu Rekrutan Januari Mengantar Sunderland ke Europa League

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 03:42:01 WIB
Enzo Le Fée menjadi kunci sukses Sunderland meraih promosi dan tiket ke Europa League.

SUMATERA SELATAN — Régis Le Bris tiba di Sunderland pada Juli 2024 seorang diri. Tanpa asisten pribadi, ia hanya membawa reputasi dari Lorient dan keyakinan bahwa proses bertahap akan membuahkan hasil. Setahun kemudian, The Black Cats promosi ke Premier League sekaligus lolos ke kompetisi Eropa.

Enzo Le Fée: Rekrutan yang Mengubah Segalanya

Le Bris mengenal Le Fée sejak pemain itu berusia 12 tahun di akademi Lorient. Ketika sang gelandang kesulitan bersaing di Roma, pelatih Sunderland itu langsung bergerak. Manajer klub, Kyril Louis-Dreyfus, memberi Le Bris kendali penuh untuk merealisasikan transfer pinjaman tersebut.

“Saya selalu bilang Enzo adalah katalis untuk semua ini. Dia pemain top pertama yang percaya pada klub,” ujar Luke O'Nien, kapten Sunderland yang membela klub sejak masih di League One. Le Fée langsung menjadi motor serangan dan assist-assistnya menjadi kunci promosi klub.

Granit Xhaka hingga Nordi Mukiele: Rantai Rekrutan Berkelas

Kehadiran Le Fée membuka pintu bagi pemain bintang lainnya. Louis-Dreyfus yang berdarah Swiss-Prancis menghubungi Granit Xhaka secara langsung pada musim panas lalu. Eks kapten Arsenal itu mengaku tertarik karena Le Bris mengingatkannya pada Arsène Wenger.

Xhaka kemudian menjadi magnet untuk mendatangkan Nordi Mukiele dari PSG. Bek sayap itu pernah satu tim dengan Xhaka di Bayer Leverkusen. “Saat Granit bicara, kamu harus mendengar dengan kedua telinga,” kata Mukiele. Sunderland menggelontorkan dana £155 juta untuk mendatangkan Robin Roefs, Noah Sadiki, Habib Diarra, dan Brian Brobbey.

Dari Sendirian ke Jaringan Kekuasaan di Balik Layar

Perubahan besar terjadi setelah Florent Ghisolfi bergabung sebagai direktur sepak bola pada Juli 2025. Ghisolfi pernah bekerja dengan Le Bris di Lorient dan sempat mencoba membawanya ke Nice. Kedatangannya membuat peran Kristjaan Speakman sebagai sporting director perlahan tergerus hingga akhirnya hengkang pada Februari lalu.

Le Bris yang dulu datang tanpa kolaborator kini memiliki jaringan pendukung yang membuat banyak klub Premier League iri. “Langkah demi langkah saya mulai mengekspresikan ide dan konsep saya,” ujarnya. Kini ia harus menjaga keseimbangan antara basis kekuasaan barunya dan jadwal padat Eropa pada Kamis malam.

Kapten Xhaka: Ini Baru Awal

Sunderland mencapai target 40 poin lebih awal setelah menang di Leeds pada awal Maret. Mereka finis ketujuh dan memastikan tiket ke Europa League. Xhaka yang kini menjadi kapten tim optimistis dengan masa depan. “Sebagai kapten Sunderland, saya janjikan ini baru permulaan. Kami ingin lebih.”

Le Bris tetap rendah hati. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan di sepak bola bersifat rapuh. Namun pelatih yang dikenal sopan dan humoris itu juga menyimpan sisi tanpa ampun jika diperlukan. “Klub ini tempat spesial di sepak bola Inggris. Perjalanan kami benar-benar istimewa,” pungkasnya.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top