PALEMBANG — Wajah kawasan Kambang Iwak, salah satu ruang terbuka favorit warga Palembang, akan berubah. Pemerintah Kota Palembang tengah merancang pembangunan jembatan ikonik bernama Gerbang Musi Bidar yang mengambil bentuk perahu bidar, simbol budaya masyarakat tepian Sungai Musi.
Proyek ini masih dalam tahap penyusunan detail desain atau Detailed Engineering Design (DED). Tim konsultan dan pakar dilibatkan untuk memastikan hasil akhirnya merepresentasikan karakter kota.
Tim Leader Konsultan, Nurkholis, menjelaskan bahwa siluet perahu bidar akan menjadi elemen dominan pada jembatan tersebut. Inspirasi dari perahu legendaris ini dipilih sebagai penghormatan terhadap warisan lokal.
Ciri khas lain dari desain jembatan ini adalah jalur pejalan kaki yang melengkung dinamis. Konsep itu terinspirasi dari aliran Sungai Musi yang tidak pernah statis. "Masyarakat diajak menikmati suasana secara perlahan sambil menyaksikan pemandangan kolam dan ruang terbuka di sekitarnya," ujar Nurkholis.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bahwa penataan kawasan Kambang Iwak tidak hanya bertujuan mempercantik perkotaan. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan memperkuat identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Keseimbangan kawasan terbuka hijau dijaga agar tetap nyaman dinikmati warga dari berbagai generasi.
Pemerintah kota membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap desain akhir. Hal ini dilakukan agar jembatan tidak hanya fungsional, tetapi benar-benar merepresentasikan karakter Palembang sebagai kota yang tumbuh di tepian Sungai Musi.
Sentuhan arsitektur khas Palembang disebut akan menjadi elemen dominan pada ikon baru tersebut. Mulai dari bentuk visual, detail struktur, hingga konsep ruang dirancang memiliki keterikatan dengan sejarah.
Jika terealisasi sesuai rencana, Gerbang Musi Bidar diproyeksikan menjadi salah satu destinasi yang memperkuat daya tarik wisata kota. Pemkot berharap jembatan ini menghadirkan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai sejarah dan budaya khas Palembang.
Proyek ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang inklusif. Seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lanjut usia, dapat menikmati kawasan tersebut.