1,4 Juta Pelanggan di Palembang, Jaringan Listrik Perumahan Baru Masih Dikeluhkan Warga

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Senin, 25 Mei 2026 | 19:52:51 WIB
Wali Kota Palembang dan PLN berdiskusi terkait kendala jaringan listrik di kawasan permukiman baru.

PALEMBANG — Pertumbuhan kawasan permukiman baru di Palembang yang terus meluas ternyata belum sepenuhnya diimbangi kesiapan infrastruktur listrik. Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan jajaran PLN UP3 Palembang membahas kendala ini dalam pertemuan di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (25/5/2026).

Apa Keluhan Utama Warga di Perumahan Baru?

Manager PLN UP3 Palembang Arif Azanny mengakui bahwa kebutuhan pemasangan jaringan baru terus bertambah seiring bermunculannya kawasan hunian. Ia menyebutkan beberapa persoalan yang kerap muncul, seperti pemasangan jaringan baru, penambahan tiang listrik, hingga pergeseran tiang yang sudah ada.

“Masih banyak tempat yang harus dipasang jaringan baru, misalnya kawasan perumahan. Termasuk juga pergeseran dan penanaman tiang baru,” ujar Arif dalam pertemuan tersebut.

Mengapa Pembangunan Jaringan Sering Berbenturan?

PLN menilai koordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang perlu ditingkatkan. Pasalnya, penanaman tiang listrik kerap kali berbenturan dengan proyek pembangunan jalan atau penataan kawasan kota yang sedang berjalan.

“Kami mohon informasi, sehingga saat penanaman tiang tidak berbenturan dengan rencana pembangunan di Kota Palembang,” kata Arif.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Sejumlah wilayah yang dulunya tidak memiliki akses jalan memadai kini berubah menjadi pusat permukiman baru, sehingga kebutuhan listrik ikut melonjak.

Langkah Pemkot Palembang Mengurai Masalah Listrik

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyadari bahwa pertumbuhan kota kerap lebih cepat dibanding pembangunan infrastruktur pendukung. Ia menegaskan komitmen Pemkot untuk memperkuat koordinasi dengan PLN agar persoalan jaringan listrik di kawasan baru bisa lebih cepat ditangani.

“Dulu ada lokasi yang belum bisa dilalui, sekarang sudah ada akses jalan dan permukiman baru,” ujar Ratu Dewa.

Pemkot berjanji akan terus berkomunikasi dengan PLN untuk memastikan setiap permukiman baru mendapatkan layanan listrik yang memadai, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Siapa yang Paling Terdampak?

Warga penghuni perumahan baru di pinggiran Palembang menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Mereka harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan sambungan listrik resmi, sementara kebutuhan listrik untuk rumah tangga sudah mendesak sejak hari pertama huni.

PLN sendiri mencatat Palembang sebagai salah satu daerah dengan jumlah pelanggan terbesar di Sumatera, dengan angka mencapai 1,4 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan besarnya tekanan pada jaringan eksisting maupun pengembangan baru.

Kapan Masalah Ini Bisa Teratasi?

Belum ada target waktu pasti yang disepakati. Namun, pertemuan antara Wali Kota dan PLN menjadi sinyal awal bahwa koordinasi akan diperketat. Pemkot berharap dengan adanya komunikasi yang lebih intensif, pembangunan jaringan listrik bisa berjalan seiring dengan proyek infrastruktur lainnya tanpa saling menghambat.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: sumsel.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top