PALEMBANG — Sebanyak 108 tenant UMKM dari berbagai daerah di Sumatera Selatan hingga Lampung kebanjiran pembeli selama Jambore Sumsel 2026 yang berlangsung selama empat hari di kawasan CGC One Grand City Palembang. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat rata-rata stan tutup lebih cepat karena stok produk habis terjual sebelum pukul 18.30 WIB.
"Banyak tenant mengaku dagangannya habis terjual sebelum malam. Bahkan rata-rata stan sudah tutup sekitar pukul 18.30 WIB karena stok produk habis," ujar Ketua Umum Forum Kebersamaan Sumsel, Prof. Dr. Sri Rahayu, Minggu (24/5/2026).
Acara yang digelar di pusat gaya hidup dan kuliner terpadu di kawasan Citra Grand City, Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, ini didukung oleh 24 sponsor. Sponsor utama berasal dari Bank Indonesia, sejumlah universitas di Palembang, dan pengelola CGC One Grand City Palembang. Konsep ruang terbuka sengaja dipilih untuk menciptakan suasana santai dan interaksi langsung, berbeda dari acara serupa yang biasanya digelar di hotel atau gedung tertutup.
Menurut Sri Rahayu, pemilihan area terbuka justru menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun sempat diguyur hujan dan angin kencang hingga menyebabkan tenda roboh, pengunjung tetap bertahan dan bergotong royong merapikan kembali lokasi setelah hujan reda. "Kami ingin suasana lebih santai dan natural. Walaupun sempat ada hujan, angin, bahkan tenda roboh, pengunjung tetap menikmati acara dan tidak ada yang mengeluh," ungkapnya.
Penutupan resmi dilakukan oleh Asisten II Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Kemas Isnaini Madani, yang memberikan penghargaan kepada sponsor dan doorprize bagi pengunjung. Sri Rahayu berharap Jambore Sumsel yang merupakan perayaan ulang tahun ke-3 Forum Kebersamaan Sumsel ini bisa menjadi agenda rutin tahunan pemprov.
"Harapan kami kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan masuk kalender event tahunan Sumsel. Jangan hanya satu hari, tapi minimal empat sampai tujuh hari supaya dampaknya lebih terasa bagi pelaku usaha maupun masyarakat," tuturnya.
Durasi yang lebih panjang, kata dia, akan memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang tidak sempat hadir di hari pembukaan untuk tetap bisa menikmati pameran hingga hari terakhir. Tema jambore kali ini terinspirasi dari semangat Pramuka yang mengandung nilai kebersamaan, kemandirian, dan gotong royong.
"Jambore ini menjadi sesuatu yang berbeda dalam perayaan ulang tahun ke-3 kami. Kami memilih konsep jiwa Pramuka karena mengandung nilai kebersamaan, kemandirian, dan gotong royong yang patut ditiru dan dibanggakan," pungkas Sri Rahayu.