JAKARTA — Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, memanfaatkan forum bergengsi Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia Program DBA Angkatan XII CKGBSP untuk mempromosikan potensi investasi daerahnya. Acara yang berlangsung di The Residence ONFIVE, Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jumat malam (22/05/2026), dihadiri oleh sejumlah tokoh politik, kepala daerah, dan pelaku usaha dari kedua negara.
Dalam dialog langsung dengan para pengusaha Tiongkok, Cik Ujang memaparkan tiga komoditas unggulan Sumsel yang masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah: batu bara, kelapa sawit, dan karet. Ia menilai ketiga sektor ini memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan bagi investor asing.
Tak hanya sumber daya alam, Wagub juga memperkenalkan proyek infrastruktur strategis, yaitu pembangunan New Port Tanjung Carat. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi gerbang ekspor utama Sumatera Selatan yang akan memperkuat sistem logistik dan mempercepat arus barang ke pasar internasional.
Cik Ujang menekankan bahwa pembangunan infrastruktur strategis seperti pelabuhan baru adalah langkah konkret pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Hal ini dinilai krusial untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Sumsel.
“Nanti kita akan ajak mereka langsung ke Sumatera Selatan untuk melihat berbagai potensi yang ada,” kata Cik Ujang dalam forum tersebut. Pernyataan ini menegaskan keseriusan Pemprov Sumsel dalam menjalin kerja sama investasi yang tidak hanya berhenti di atas kertas.
Selain kekayaan sumber daya alam, posisi geografis Sumatera Selatan yang strategis di jalur perdagangan internasional menjadi nilai tambah. Keberadaan pelabuhan ekspor baru di Tanjung Carat diharapkan mampu memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Forum yang dikemas dalam jamuan makan malam tersebut menjadi ajang diplomatik yang efektif. Para pengusaha Tiongkok yang hadir tidak hanya mendengar paparan, tetapi juga berdialog langsung dengan Wagub mengenai peluang kerja sama di sektor energi, perkebunan, budaya, dan pariwisata.