PALEMBANG — Proses identifikasi terhadap 17 korban tewas dalam kecelakaan bus ALS di ruas Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, akhirnya tuntas. Tim Dokkes Polda Sumsel menyelesaikan seluruh rangkaian verifikasi setelah hasil tes DNA dari laboratorium forensik mencocokkan data keluarga dengan data jenazah.
Empat jenazah yang sebelumnya belum teridentifikasi kini telah diketahui identitasnya. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumsel AKBP Andrianto mengungkapkan, hasil laboratorium menunjukkan kecocokan data antemortem dan postmortem pada Sabtu pagi.
Jenazah dengan nomor PM 062 teridentifikasi sebagai Sukarpi, laki-laki, yang merupakan anak biologis dari Marium. Sementara itu, jenazah PM 063 adalah Suwido Gurning, laki-laki, anak biologis dari Mona Lisa Siahaan.
Dua jenazah lainnya adalah Sukono bin Supardi Nasution, ayah biologis dari Zazkiatul Padila, dan Karno bin Salim. Uniknya, identifikasi Karno dibantu oleh sampel pembanding berupa peci milik korban yang cocok dengan data postmortem.
Tim medis melakukan rekonsiliasi data pada Sabtu pagi untuk memastikan validitas identitas sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga. Proses ini membandingkan data antemortem yang diberikan keluarga dengan data postmortem dari hasil pemeriksaan forensik.
"Dari hasil laboratorium data postmortem ini, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas karena terdapat kecocokan antara data antemortem dengan data postmortem," kata Andrianto dalam konferensi pers di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu.
Kecelakaan yang terjadi pada 6 Mei 2026 itu melibatkan bus ALS dan truk tangki BBM di jalur lintas Sumatera. Proses identifikasi memakan waktu lebih dari dua pekan karena kondisi jenazah yang sulit dikenali secara visual.
Dengan selesainya identifikasi, seluruh jenazah kini dapat diambil oleh keluarga masing-masing. Salah satu korban, Sukono, sebelumnya sudah teridentifikasi secara medis namun belum diambil saat proses administrasi berlangsung.
Polda Sumsel memastikan tidak ada lagi kendala dalam proses penyerahan jenazah. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memfasilitasi pemulangan jenazah ke kampung halaman masing-masing.