PALEMBANG — Gangguan listrik yang melumpuhkan sebagian besar Pulau Sumatera langsung berdampak pada kualitas sinyal seluler. VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, mengonfirmasi penurunan layanan di Sumatera Bagian Utara, Tengah, hingga sebagian Selatan.
“Kami memaksimalkan sistem catu daya cadangan yang tersedia agar layanan tetap bisa dinikmati pelanggan secara optimal meskipun dalam kondisi terbatas,” ujar Nizar dalam pernyataan resmi.
Untuk mengatasi krisis ini, operator tidak hanya mengandalkan baterai di menara BTS. Mereka juga menyiapkan generator set (genset) di titik-titik prioritas. Tim teknis lapangan terus memantau dan mengoptimalkan jaringan secara berkala.
Langkah serupa dilakukan XL Axiata. Group Head Corporate Communication & Sustainability XL Axiata, Reza Mirza, menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami pelanggan. Pihaknya telah mengaktifkan backup power di lokasi-lokasi strategis sambil berkoordinasi dengan PLN.
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melaporkan adanya titik-titik yang mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap. EVP Head of Circle Sumatra IOH, Agus Sulistio, mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses ini.
Semua operator sepakat bahwa fokus utama saat ini adalah menjaga layanan dasar—telepon dan pesan singkat—tetap bisa diakses. Koordinasi intensif dengan PLN terus dilakukan demi percepatan pemulihan daya.
PLN menjelaskan bahwa pemadaman massal ini dipicu oleh gangguan teknis pada sistem transmisi dan pembangkit listrik. Data menunjukkan kendala terjadi pada transmisi 150 kV yang mengakibatkan aliran daya ke berbagai daerah terputus secara mendadak.
Hingga berita ini ditulis, petugas teknis masih bekerja di lapangan untuk menormalkan kembali sistem kelistrikan yang terpisah. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghemat penggunaan daya pada perangkat komunikasi hingga situasi stabil.