PALEMBANG — Raut haru dan syukur menyelimuti prosesi pelepasan 72 santri MTs dan MA Tijarotal Lantabur di Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, Palembang. Acara yang mengusung tema “Bersama Al Qur’an menembus peradaban” ini menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para siswa di madrasah tersebut.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hafiz Al Qur’an Tijarotal Tanjabur, Ahmads Sururi S.Pd.I. Al hafiz, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar perpisahan. Menurutnya, ini adalah bentuk rasa syukur atas pencapaian para santri yang telah menempuh pendidikan di MTs dan MA Tijarotal Lantabur.
“Hari ini ada 72 siswa dan siswi yang kita lepas untuk menempuh Pendidikan yang lebih tinggi lagi,” kata Sururi dalam sambutannya.
Ia berharap para lulusan terus meningkatkan kualitas diri dan memperbanyak ilmu di jenjang pendidikan selanjutnya. “Harapan ke depan lebih meningkatkan lagi kualitas diri dan menambah banyak ilmu di tempat jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan. Wakil Ketua IV dan Umum Baznas Sumsel, Ahmad Bakdi M.si, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas para lulusan.
“Kita sangat bangga lulusan Tijarotal Lantabur dengan bekal ilmu dan akhlak, dan hafal Al Quran,” ujarnya.
Menurut Ahmad Bakdi, momen pelepasan ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus melanjutkan pendidikan dengan semangat dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama di madrasah.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan meriah. Rangkaian acara diisi dengan penampilan seni para siswa, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, serta pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi.
Puncak suasana haru terlihat saat para santri bersalaman dengan dewan guru, disaksikan langsung oleh para wali murid dan tamu undangan. Momen ini menjadi penanda keberhasilan MTs dan MA Tijarotal Lantabur dalam mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu, iman, dan akhlak.