PALEMBANG — Sebanyak 18 ekor sapi kurban jumbo berbobot di atas 950 kilogram siap disalurkan ke 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan pada Iduladha 2026. Bantuan dari Presiden Prabowo Subianto ini merupakan yang pertama dengan mekanisme baru: setiap daerah mendapat jatah satu ekor, termasuk tingkat provinsi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Effendi, mengungkapkan proses seleksi berlangsung ketat. Salah satu sapi bernama Arjuna bahkan mencatat bobot 1.179 kilogram dan terus bertambah.
“Arjuna terakhir ditimbang beratnya sekitar 1 ton 179 kilogram. Setelah ditimbang ulang ada kenaikan lagi sekitar lima kilogram,” ujar Ruzuan di Palembang, Senin (18/5/2026).
Perubahan paling mencolok dari tahun sebelumnya terletak pada titik distribusi. Presiden secara spesifik meminta agar sapi kurban tidak hanya disalurkan ke masjid besar atau masjid agung, melainkan ke kawasan yang warganya paling membutuhkan.
“Pak Presiden berharap sapi kurban diberikan ke lingkungan yang padat penduduk. Jadi bukan harus masjid besar,” tegas Ruzuan.
Untuk tingkat provinsi, satu ekor sapi akan disalurkan ke Masjid Taqwa. Sementara bantuan khusus Kota Palembang diarahkan ke Musala Nurul Huda, yang berada di permukiman padat.
DKPP Sumsel sengaja memprioritaskan sapi berbobot jumbo karena faktor bobot dianggap sebagai indikator utama kesehatan hewan. Setiap kabupaten/kota diminta mengusulkan minimal tiga kandidat sapi sebelum akhirnya dipilih satu yang terbaik.
“Kalau bobot bagus biasanya kesehatan juga mengikuti. Tidak mungkin sapi sakit bisa mencapai bobot besar,” kata Ruzuan.
Selain seleksi ketat, sapi-sapi tersebut menjalani pengawasan kesehatan rutin dan diberikan vitamin serta perawatan intensif hingga hari penyaluran. Total ada 18 ekor sapi yang akan disebar ke seluruh Sumsel, dengan satu ekor di antaranya menjadi bantuan untuk tingkat provinsi.
Langkah ini diharapkan memastikan daging kurban benar-benar sampai ke masyarakat luas, bukan hanya dinikmati oleh jamaah masjid besar yang selama ini menjadi prioritas utama.