SUMATERA SELATAN — Statistik berbicara lain dari sekadar hasil akhir turnamen. Meski Inggris memenangkan gelar kedelapan beruntun dengan 39 kemenangan beruntun di Six Nations Wanita, Opta Index menilai performa individu secara terpisah untuk menyusun tim terbaik edisi 2025.
Dari 15 pemain yang masuk line-up, Inggris mengirimkan lima nama, Prancis empat, dan Wales satu pemain. Irlandia, Skotlandia, serta Italia nihil wakil.
Winger Inggris Ellie Kildunne menjadi pemain dengan rating tertinggi Opta Index. Ia memimpin statistik untuk carry (70), meter gain (626), line break (14), dan offload (11). Mantan Pemain Terbaik Dunia ini terlibat langsung dalam delapan try — lima dicetak sendiri, tiga assist.
"Kildunne unggul lebih dari 100 meter dibanding pemain kedua," tulis laporan Opta. Ia ditempatkan di posisi sayap karena performa gemilang Pauline Barrat di full-back Prancis.
Prancis memperkenalkan dua pemain baru yang langsung masuk tim terbaik. Pauline Barrat (21 tahun) menjadi full-back pilihan utama dengan catatan 63 carry, 523 meter gain, dan 12 line break assist — satu-satunya pemain dengan angka dua digit. Barrat juga mencatatkan empat try assist.
Di sisi lain sayap, Anais Grando menjadi top skorer Prancis dengan lima try, hanya kalah dari Marlie Packer (7) dan Amy Cokayne (6). Grando juga memimpin offload untuk pemain Prancis dengan enam kali.
Fly-half Inggris Zoe Harrison mengamankan posisi nomor 10 dengan akurasi operan 100 persen dan delapan line break assist — terbanyak di antara fly-half. Tapi yang paling menonjol: ia memasukkan 29 dari 31 tendangan, termasuk 10 dari 11 dari sisi touchline.
Model xGK Opta memperkirakan kicker rata-rata hanya akan sukses 65 persen dari percobaan yang sama. Harrison mencatatkan 94 persen — tertinggi di turnamen.
Kapten Inggris Meg Jones menjadi satu-satunya pemain Red Roses yang bermain penuh di setiap laga. Ia memimpin semua statistik center: tujuh try involvements, 56 carry, 285 meter gain, 21 defender beaten, dan sembilan line break.
Hooker Amy Cokayne mencetak enam try — hanya kalah dari Packer — dan mencatat akurasi lemparan line-out 98 persen (47 dari 48 sukses), terbaik di antara semua hooker.
Meski Wales finis sebagai juru kunci tiga tahun beruntun, center Courtney Keight layak diapresiasi. Ia menjadi pemain belakang dengan gain meter-in-contact terbanyak (131 meter) dan tak ada back yang bisa menyaingi lima dominant tackle miliknya.
Di barisan depan, prop Prancis Ambre Mwayembe menjadi yang terbaik dengan 141 meter gain, 51 persen dominant carry rate, empat offload, dan enam dominant tackle — semua tertinggi di antara front-row forward.