PALEMBANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan, menargetkan angka pengobatan Tuberkulosis (TB) mencapai 90 persen pada 2026. Target ini menjadi prioritas untuk memutus rantai penularan penyakit menular yang diperkirakan masih banyak kasus tidak terdeteksi di masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengakui, percepatan penemuan kasus menjadi kunci utama. Dari estimasi lebih dari 9.000 kasus di kota ini, baru sekitar 6.000 penderita yang tercatat dan mendapatkan pengobatan.
“Percepatan penemuan kasus merupakan kunci utama dalam pengendalian penyakit menular ini,” kata Yudhi di Palembang, Jumat.
Untuk mengejar kesenjangan tersebut, Dinkes Palembang membentuk Tim Edukasi Khusus. Tim ini akan menyasar 20 kelurahan dengan beban kasus TB tertinggi di wilayah kota.
“Tim ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026 dengan fokus pada edukasi deteksi dini dan kepatuhan minum obat,” jelas Yudhi. Strategi ini diharapkan mampu menjaring pasien yang selama ini tidak ter