Proyek Palembang New Port di Tanjung Carat Terkoneksi Tol Sumatera, Investasi Capai Rp 26 Triliun

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:55:01 WIB
Proyek Palembang New Port di Tanjung Carat terintegrasi dengan jaringan Tol Sumatera untuk memperkuat konektivitas regional.

BANYUASIN — Rencana pembangunan Palembang New Port di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terus menunjukkan progres. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan proyek ini merupakan bagian dari pengembangan lanjutan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Dari backbone Tol Sumatera nantinya di pintu Tol Betung akan ada interline lagi tol menuju Tanjung Carat sekitar 80 kilometer. Kemudian ruas existing Palembang-Prabumulih juga akan didorong lagi sekitar 37 kilometer sampai Muara Enim,” kata Todotua dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Skema Pendanaan dan Pelaksana Proyek

Proyek jalan tol dan pelabuhan ini akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab membantu proses pengadaan lahan, sementara pembangunan konstruksi jalan tol akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya.

Total investasi yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur ini mencapai sekitar Rp 26 triliun. Todotua optimistis keberadaan tol dan pelabuhan akan memberikan dampak ekonomi tinggi tidak hanya bagi Sumsel, tetapi juga wilayah sekitar seperti Jambi.

Manfaat: Memangkas Biaya Logistik dan Mendorong Hilirisasi

Pembangunan interkoneksi ini bertujuan mendekatkan akses terhadap kawasan sumber daya alam seperti batu bara dan pusat distribusi komoditas unggulan lainnya di Sumsel. Integrasi pelabuhan dengan jaringan jalan tol diyakini akan memangkas biaya logistik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memperkuat daya saing investasi daerah.

Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra menegaskan proyek ini bukan sekadar seremoni administratif. “Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemda, BUMN, dan dunia usaha menunjukkan bahwa pembangunan besar hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat,” ujarnya.

Peran Pemprov Sumsel dalam Percepatan Proyek

Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani, Pemerintah Provinsi Sumsel bertindak sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab mendukung sinkronisasi tata ruang, koordinasi daerah, dan dukungan kebijakan daerah. Pemprov Sumsel akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan proyek strategis ini melalui koordinasi lintas kabupaten/kota serta memfasilitasi penyelesaian berbagai hambatan di lapangan.

Edward menambahkan proyek Palembang New Port memiliki arti strategis bagi masa depan Sumsel. Selain sebagai gerbang logistik utama, pelabuhan internasional ini akan menjadi simpul konektivitas ekspor-impor regional, motor penggerak hilirisasi sumber daya alam, dan katalis pertumbuhan ekonomi kawasan.

Multiplier Effect bagi Perekonomian Daerah

Proyek ini diyakini akan memberikan multiplier effect besar bagi perekonomian daerah. Mulai dari meningkatnya investasi, terbukanya lapangan kerja, tumbuhnya kawasan industri, hingga mendorong hilirisasi batu bara dan komoditas unggulan. Semua ini akan memperkuat posisi Sumsel sebagai pusat logistik dan industri di Sumatera.

Penandatanganan nota kesepahaman rencana kerja sama integrasi pembangunan jalan tol menuju Palembang New Port dilakukan antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, PT Hutama Karya, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Pelabuhan Indonesia di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top