MARTAPURA — Polres OKU Timur meningkatkan pengawasan di sektor perkebunan sebagai upaya mencegah karhutla. Dua perusahaan strategis, PT Campang Tiga dan PT Laju Perdana Indah (LPI), diperiksa secara mendadak oleh personel kepolisian hingga malam hari.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono menegaskan bahwa kesiapan perusahaan menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kebakaran. “Seluruh perusahaan harus memiliki standar kesiapan yang jelas baik dari sisi personel, peralatan, maupun pola penanganan di lapangan,” ujarnya di Martapura, Kamis.
Di area PT Campang Tiga, tim pengecekan memastikan 21 embung air berfungsi optimal sebagai sumber pasokan utama pemadaman. Menara pantau yang digunakan untuk deteksi dini titik panas juga diperiksa untuk memastikan sistem berjalan tanpa hambatan.
Sementara itu, di PT Laju Perdana Indah, petugas mengevaluasi kesiapan 16 unit mobil pemadam kebakaran beserta personel operatornya. Pemeriksaan ini mencakup integrasi aplikasi Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar pemantauan hotspot bisa dilakukan secara real-time.
Pengawasan ini merupakan bagian dari target zero fire atau bebas api di wilayah OKU Timur. Kapolres menambahkan bahwa langkah pencegahan sejak dini dapat mengurangi potensi kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan memicu kerugian ekonomi berskala besar.
“Langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini dapat membantu mengurangi potensi kabut asap, gangguan kesehatan masyarakat, hingga kerugian ekonomi akibat kebakaran lahan berskala besar,” kata Adik Listiyono.
Perusahaan perkebunan di Sumatera Selatan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Kepolisian menyatakan dukungannya terhadap keberlangsungan sektor ini dengan memastikan setiap pelaku usaha mematuhi standar kesiapan darurat kebakaran.