OKU TIMUR — Dua perusahaan perkebunan di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, menjadi sasaran utama pengawasan karhutla oleh jajaran Polres setempat. Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono memimpin langsung pengecekan di PT Campang Tiga dan PT Laju Perdana Indah (LPI) pada Selasa (12/5/2026).
Pengecekan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh perusahaan memiliki kesiapan maksimal dalam mendeteksi, merespons, dan menanggulangi potensi kebakaran lahan. Kegiatan ini juga menjadi implementasi dari arahan pemerintah pusat terkait pengendalian karhutla secara permanen dan kebijakan transformasi Polri Presisi.
Di kawasan PT Campang Tiga, tim gabungan meninjau langsung kesiapan 21 titik embung air. Embung-embung ini menjadi sumber utama suplai air untuk pemadaman apabila terjadi kebakaran lahan. Petugas juga memeriksa kondisi menara pantau yang berfungsi sebagai sistem deteksi dini titik api.
Sementara itu, di PT Laju Perdana Indah, fokus pengecekan diarahkan pada kesiapan operasional 16 unit mobil pemadam kebakaran. Personel operator lapangan juga dievaluasi kemampuannya. Tim melakukan integrasi sistem pemantauan berbasis aplikasi Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memastikan pemantauan hotspot berjalan secara real time.
AKBP Adik Listiyono menegaskan bahwa kesiapan perusahaan dalam menghadapi ancaman karhutla merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat dan lingkungan hidup. Ia menekankan agar seluruh perusahaan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan lahan tanpa membakar.
"Perusahaan wajib memiliki kesiapan personel, sarana, dan pola penanganan yang terukur. Pencegahan jauh lebih penting dibanding penindakan setelah kebakaran terjadi. Karena itu kami memastikan seluruh perusahaan mematuhi SOP pengelolaan lahan tanpa membakar," kata AKBP Adik Listiyono kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyatakan bahwa pihaknya terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Pengawasan langsung di lapangan dinilai sebagai strategi paling efektif untuk menekan risiko kebakaran lahan berskala besar.
"Kami memastikan seluruh jajaran hadir di tengah masyarakat dan sektor industri untuk memberikan asistensi serta pengawasan dalam mencegah kebakaran lahan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat dan negara. Pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak," ujar Kombes Pol Nandang.
Langkah preventif yang dilakukan jajaran kepolisian bersama pihak perusahaan dinilai memiliki dampak strategis. Risiko kabut asap, gangguan kesehatan masyarakat, hingga potensi kerugian ekonomi akibat kebakaran lahan bisa ditekan secara signifikan.
Rangkaian kegiatan pengecekan berakhir sekitar pukul 20.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Polda Sumsel memastikan pengawasan kesiapsiagaan karhutla akan terus dilakukan secara berkala guna menjaga stabilitas keamanan, kelestarian lingkungan, dan keberlangsungan pembangunan di wilayah Sumatera Selatan.