PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang tengah menyiapkan skema untuk mengubah jadwal pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jembatan Ampera. Jika sebelumnya kegiatan ini hanya digelar setahun sekali, ke depan ikon kebanggaan Sumatera Selatan tersebut akan ditutup total bagi kendaraan setiap minggu pagi.
Rencana tersebut muncul setelah Pj Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung pelaksanaan uji coba ketiga CFD Ampera. Ribuan orang terpantau memadati jembatan sejak pagi hari untuk berolahraga, menikmati udara bersih, hingga berswafoto dengan latar Sungai Musi tanpa gangguan kebisingan kendaraan bermotor.
Pelaksanaan CFD kali ini menunjukkan tren positif yang melampaui ekspektasi pemerintah daerah. Berdasarkan pantauan di lapangan, peserta yang hadir tidak lagi didominasi oleh warga lokal Palembang, melainkan sudah merambah ke wisatawan dari luar daerah.
Ratu Dewa mengungkapkan bahwa dirinya menemukan banyak pengunjung yang sengaja datang dari jauh untuk merasakan sensasi berjalan kaki di atas Jembatan Ampera. Beberapa di antaranya berasal dari Kabupaten Pagar Alam dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Bahkan, daya tarik CFD ini meluas hingga ke luar Pulau Sumatera. Sejumlah pelancong dari Bangka Belitung hingga Banjarmasin terlihat ikut membaur di tengah kerumunan warga yang sedang jogging dan menikmati suasana pagi di Palembang.
Pemerintah Kota Palembang memandang CFD bukan sekadar kegiatan olahraga rutin, melainkan instrumen penting untuk menyediakan ruang publik yang berkualitas. Ratu Dewa menekankan bahwa keberadaan ruang terbuka yang aman dan nyaman sangat krusial bagi kesehatan mental dan fisik masyarakat perkotaan.
“Ini upaya kita menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia. Jika sebelumnya hanya setahun sekali, ke depan kita rencanakan setiap minggu,” kata Ratu Dewa saat meninjau lokasi.
Ia optimistis bahwa dengan menjadikan CFD sebagai agenda mingguan, hubungan sosial antarwarga akan semakin erat melalui wadah silaturahmi di ruang terbuka. Pemkot Palembang juga berkomitmen untuk terus menjaga aspek keamanan dan kenyamanan agar kawasan ini tetap menyenangkan bagi keluarga.
Meskipun ribuan orang tumpah ruah ke jalan, kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan Jembatan Ampera tetap menjadi prioritas. Pemkot Palembang telah menyiagakan personel untuk melakukan rekayasa lalu lintas guna meminimalisir dampak penutupan akses jembatan selama kegiatan berlangsung.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan bahwa pengalihan arus kendaraan tidak mengganggu mobilitas warga lainnya. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menyeimbangkan kebutuhan ruang publik dengan kelancaran urat nadi transportasi di jantung Kota Palembang.