PALEMBANG — Jasa Raharja memastikan seluruh hak santunan bagi korban tabrakan maut antara bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) segera disalurkan. Kepastian ini mencakup jaminan biaya perawatan bagi korban luka maupun santunan kematian bagi ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Bagian Administrasi Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Selatan Sugeng Prastowo menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan pendataan di lapangan. "Seluruh korban kecelakaan dijamin oleh Jasa Raharja. Untuk korban meninggal dunia santunan diberikan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris. Sedangkan korban luka-luka dijamin biaya perawatan maksimal Rp20 juta," ujarnya di Palembang, Jumat.
Penyerahan dana santunan untuk korban jiwa belum dapat dilakukan secara instan. Jasa Raharja saat ini masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri guna memastikan ketepatan data penerima dan validitas ahli waris.
Proses verifikasi ini juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melacak data keluarga korban. Petugas di lapangan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan kepolisian agar seluruh hak jaminan kecelakaan dapat diterima oleh pihak yang tepat.
"Kami masih mendata keluarga korban. Sebagian data sudah kami kumpulkan melalui kerja sama dengan dukcapil. Namun, penyerahan santunan tetap menunggu hasil DVI untuk memastikan ahli waris yang memang berhak menerima," kata Sugeng menjelaskan prosedur pencairan dana tersebut.
Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Muratara pada Rabu siang. Insiden melibatkan bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang bertabrakan dengan mobil tangki bernomor polisi BG-8196-QB hingga memicu kebakaran hebat di badan jalan.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan bahwa kecelakaan diduga bermula saat bus yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi berupaya menghindari lubang. Kendaraan kemudian hilang kendali, masuk ke jalur berlawanan, dan menghantam truk tangki dari arah depan.
Data sementara kepolisian mencatat total 20 korban dalam kejadian tersebut. Rinciannya terdiri atas 16 korban meninggal dunia, tiga korban luka berat, dan satu korban luka ringan yang saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.