Layanan perbankan tanpa kantor milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan dominasinya dalam mempercepat inklusi keuangan di tingkat akar rumput. Hingga akhir Maret 2026, ekspansi jaringan BRILink Agen telah menyentuh 66.450 desa, memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di wilayah pedesaan.
Aktivitas transaksi yang masif tersebut tidak hanya mempermudah akses warga, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap kinerja non-bunga perseroan. BRI mencatat kontribusi fee based income (FBI) dari jaringan ini mencapai Rp459 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.
Selain volume transaksi yang besar, BRILink Agen juga menjadi motor penggerak penghimpunan dana murah bagi perseroan. Saldo CASA (Current Account Saving Account) rata-rata harian yang berhasil dihimpun melalui jaringan kemitraan ini menembus angka Rp30 triliun.
Angka perolehan dana murah tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 18,37 persen secara tahunan (yoy). Tren positif ini menunjukkan bahwa masyarakat di level desa semakin percaya untuk menempatkan dana mereka melalui perpanjangan tangan bank di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, fungsi agen sebagai penyalur likuiditas jangka pendek juga meningkat tajam. Penyaluran dana talangan tercatat tumbuh 33,29 persen yoy, naik dari Rp5,4 triliun menjadi Rp7,2 triliun pada periode yang sama.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa efisiensi dan kemudahan akses menjadi kunci utama pertumbuhan jaringan ini. Kehadiran agen di tengah pemukiman warga memangkas jarak dan waktu yang selama ini menjadi kendala masyarakat di pelosok untuk bertransaksi ke kantor cabang.
“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan,” ungkap Akhmad.
Menurutnya, peran tersebut telah menempatkan BRILink Agen bukan sekadar kanal transaksi, melainkan penggerak utama ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Masyarakat kini dapat mengakses berbagai fitur perbankan layaknya di kantor cabang melalui para agen ini. Layanan yang disediakan mencakup kebutuhan dasar hingga produk digital yang semakin diminati warga desa.
Pencapaian ini mempertegas konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan inklusif. Dengan jangkauan yang kini melampaui 80 persen total desa di Indonesia, BRILink Agen bertransformasi menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ekonomi harian masyarakat lokal.