SUMATERA SELATAN — Windows menyimpan catatan setiap perangkat USB yang pernah terhubung ke PC, lengkap dengan waktu pemasangan pertama dan terakhir. Data itu tersimpan di Registry dan bisa dibaca dengan mudah lewat utilitas gratis USBDeview. Bagi pengguna yang penasaran dengan jejak perangkat lama, penelusurannya tidak sampai lima menit.
Setiap kali perangkat USB dicolokkan, Windows mengenali perangkat itu, mencari driver yang dibutuhkan, lalu mengonfigurasinya agar berjalan normal. Supaya proses yang sama tidak diulang saat perangkat dicolokkan lagi, sistem operasi menyimpan seluruh informasi tersebut.
Pencatatan berlangsung otomatis tanpa pemberitahuan. Tidak ada mekanisme pembersihan berkala, sehingga catatan perangkat lama menumpuk bertahun-tahun di dalam sistem.
Data perangkat USB bermuara di Registry Windows, tepatnya pada dua kunci berikut:
Catatan ini bukan log lengkap dari setiap koneksi yang pernah terjadi. Entri Registry bisa terhapus, dan stempel waktu yang tersimpan tidak selalu menangkap setiap pencolokan atau pencabutan perangkat.
Satu perangkat fisik pun bisa muncul sebagai beberapa entri berbeda jika pernah dicolokkan ke port atau hub yang berganti-ganti selama bertahun-tahun. Perangkat murah yang tidak memberikan nomor seri ke Windows juga akan mendapat nomor seri buatan sistem.
Identifier perangkat di Registry ditulis dalam kode yang sulit dipahami. Membacanya manual bisa menghabiskan waktu berjam-jam. USBDeview menawarkan jalan pintas: utilitas gratis ini menarik data dari berbagai sumber, termasuk kunci dan subkunci Registry lain.
Perangkat lunak tersebut menampilkan stempel waktu "first plugged in" dan "last plugged in" dengan memanfaatkan catatan waktu pada kunci Registry perangkat yang dipelihara Windows. Cara pakainya sederhana: unduh dari situs resmi, ekstrak arsipnya, lalu jalankan file eksekusi.
Menjalankan USBDeview dengan hak administrator membuka informasi lebih lengkap, seperti First Install Time, Connect Time, dan Disconnect Time. Kategori itu tidak muncul jika utilitas dijalankan tanpa hak administrator.
Riwayat USB di Windows sebaiknya tidak dianggap sebagai timeline berskala forensik. Kolom-kolom tersebut tidak merekam setiap koneksi, dan ketersediaannya bergantung pada versi Windows serta jenis perangkat.
Meski begitu, menemukan ponsel yang sudah bertahun-tahun tidak dimiliki atau flash drive yang terlupakan jauh lebih mudah lewat USBDeview ketimbang membedah entri Registry satu per satu.
Di atas kertas, USBDeview adalah utilitas pemecahan masalah. Dalam praktiknya, perangkat lunak ini menjelma arsip tak sengaja dari perjalanan digital penggunanya.
Flash drive dari 2019 yang dilacak lewat Vendor ID di mesin pencari bisa terungkap sebagai HP USB flash drive. Bagi sebagian orang, di situlah seluruh tugas kuliah tersimpan sebelum drive hilang dan terlupakan. Nama-nama ponsel dari merek yang lenyap sebelum dekade 2010 berakhir juga kerap muncul di daftar.
Untuk gamer, daftarnya tak kalah menarik. Controller lama, headset gaming yang sudah pensiun, atau adapter USB dari setup sebelumnya bisa mengingatkan pada upgrade hardware yang nyaris terlupakan.
Tidak semua entri di daftar berasal dari perangkat yang pernah dipakai pribadi. PC bersama, periferal pinjaman, dan instalasi Windows yang diwarisi dari sistem lama bisa mengaburkan gambaran.
Stempel waktu memang memberi petunjuk dalam kasus seperti itu. Namun setelah semua entri USB diterjemahkan dengan utilitas, hasilnya tetap bukan buku harian yang terjaga rapi.
Windows menyimpan riwayat perangkat USB sebagai bagian dari mekanisme kerja hardware, bukan untuk keperluan nostalgia. Pengguna yang ingin memeriksa jejak perangkat lama bisa memanfaatkan celah ini sebelum catatannya tertimpa atau terhapus.